Rabu, 21 Januari 2015

Goodbye, My Friend My Love





Tittle               : “Good Bye, My Friend My Love”

Author            : Stefhany Kim

Genre             :  Friendship, Sad

Main Cast      : - Kang Yun Bi (OC)

                       : - Kim Jong In

Other Cast     : - cari sendiri J

Rating            : General

Lenght           : One Shoot







Warning              : FF ini dapat membuat anda menangis, mearung-raung tidak jelas. Merasakan apa yang dirasakan pemain utama. Maafkan author karna author alay. Dan lagi cerita ini murni dari otak author. No Copas. Tinggalkan komen nee.. annyeong..





**Yun Bi Pov**



“Yun Bi-ah” Panggil Jongin dari atap gedung sekolah ku.

“aish.. kenapa lagi sih si.. kkamjong itu.. panggil-panggil, dari atas lagi..”runtuk ku.



“Yak!! Kang Yun Bi...” panggil Jongin lagi.

“iya-iya... aku kesana” jawab ku agak keras agar dia bisa mendengarnya.



Ku langkahkan kakiku menaiki satu persatu anak tangga di sekolahan tersayangku ini. Kenalkan namaku Kang Yun Bi, namja tadi itu adalah sahabatku Kim Jong In. Kita sudah bersahabat sejak kecil, bahkan mungkin sejak di dalam kandungan.. maklum orang tua kita kan dekat..



­­­

“waeyo?” kata ku saat sudah mendapati sosok Jongin yang tadi memanggilku dari lantai 2 sekolahanku. “kemarilah” kata nya lalu menarikku lembut. Dan memelukku. “yak, apa yg akan kau lakukan??” tanyaku pelan padanya. Karna aku merasakan jika ini adalah pelukkan terakhirku dengannya. “hemm.. Aku Merindukanmu” katanya.
“aish.. merindukanku bagaimana? Kita kan baru saja 5 menit tidak bertemu” kata ku. “arra” jawabnya dengan masih memelukku bahkan ia mengencangkan pelukkannya. “Saranghaeyo.. Kang Yun Bi” Ucapnya. “nee?” kataku kaget, sontak ku lepaskan pelukkannya. “mworago?” tanyaku lagi. “Saranghaeyo.. Kang Yun Bi” ulangnya lagi. ‘Saranghae?’ apa aku tidak salah dengar? dia mencintaiku?? Maldo andwe Kim Jong In. “kau tidak salah dengar Yun Bi-ah.. aku serius, aku mencintaimu lebih dari Sahabat” jelasnya dengan senyum super manisnya. Oh, Tuhan.. Kim Jong In menyukaiku?? Apa ini kiamat? Sejak kapan, ia mulai menyukaiku??. “kau tidak perlu tahu, aku mulai menyukai mu sejak kapan.. yang pasti aku hanya ingin kau tahu jika aku menyukaimu.. dan akan selalu menyukaimu” kata Jong In. Ku balas dia dengan senyumku juga. “aku juga menyukaimu.. kkamjong” kata ku. “trimakasih..” katanya lalu memelukku lagi dan mencium pucuk kepalaku. “tapi,..”katanya. “tapi, kita tidak bisa berpacaran..” lanjutnya. “wae?” tanyaku melepaskan pelukkannya lagi. “aku.. aku akan pergi ke Amerika.. aku akan menikah disana” jelasnya. “me.. me... menikah??” tanyaku mengulangi. “iya, aku akan menikah dengan yeoja pilihan ayah dan ibuku” jelasnya mencoba tenang dengan tetap tersenyum. “lalu, kenapa kau menyatakan perasaanmu jika akhirnya seperti ini? Apa kau gila??” tanya ku padanya. “maafkan aku Yun Bi-ah...” kata Jongin. “tidak bisakah, kau menolaknya dan kau bicara pada orang tuamu jika kau menyukaiku?? Bukankah itu lebih baik.. ibuku dan ibumu mereka bersahabat bukan..? kenapa kau tidak menolaknya??” tanyaku padanya. “mianhae.. Yun Bi-ah, aku tidak bisa menolaknya.. tapi bisakah kau menungguku. Aku janji aku akan pulang.. untuk menemuimu” kata Jongin. “kau jahat Kim Jong In.. Kau jahat” kataku sambil memukul dada bidangnya, kuhapus air mata yg sudah mengalir di pipiku dari tadi. Dan ku tinggalkan dia.



**Jong In Pov**



“kau jahat Kim Jong In.. Kau jahat” katanya sambil memukul dada ku. Dia pergi. Ya, pergilah.. bencilah aku.. jauhi diriku Yun Bi.. jauhi aku.. aku memang namja yang tidak pantas untukmu. Pergilah, itu lebih baik daripada kau harus mengetahui yang sebenarnya jika aku mengidap penyakit Kanker darah stadium akhir. Aku tidak mau kau mengetahuinya. Lebih baik kau tidak tahu. Besok aku akan pergi ke amerika untuk pengobatan. Tunggu aku Yun Bi-ah, jika aku tidak pulang. Pergi carilah namja lain yang lebih baik dari pada aku. Kau cantik, hatimu baik. Banyak namja yang menyukaimu. Dekati mereka, jangan harapkan namja bodoh ini lagi. Aku akan tetap menyukaimu Yun Bi-ah. Akan selalu mencintaimu selamanya. Aku akan merindukanmu disana. Aku akan selalu memikirkanmu disana Yun Bi-ah. Maafkan aku karna aku harus berbohong padamu. Maafkan aku.. maafkan aku..



=Keesokkan harinya=



**Author Pov**



Yun Bi hanya menatap bangku sebelahnya yang kosong. Bangku itu adalah milik Kim Jong In. Namja yang sangat ia cintai, sahabatnya. Tapi, sekarang bagi Yun Bi, Jongin adalah namja paling menyebalkan didunia. Namja yang paling ia benci. “Yun Bi-ah.. dimana Jongin?” tanya salah seorang teman Yun Bi. “manaku tahu.. memangnya aku ibunya??” jawab Yun Bi cuek. “hey, biasanya kau yang paling tahu, kau kan pacarnya, eh.. sahabatnya” goda temannya itu. “aku sudah bukan sahabatnya lagi. Jadi jangan tanya-tanya aku tentang dia lagi” jelas Yun Bi. “arraseo” jawab Temannya itu.



‘Yak! Kim Jongin kau dimana eoh?? Inikan sudah hampir jam masuk sekolah kenapa kau belum datang juga?? Biasanya kau lebih dulu dari pada aku.. apa kau sakit, eoh??’ kata Yun Bi dalam hatinya.



Akhirnya bel sekolah pun berbunyi. Kim Seongsaenim pun memasukki kelas Yun Bi. “buka buku kalian di halaman 56” suruh Kim Seongsaenim. “Seongsaenim” panggil Yun Bi. “nee, Yun Bi” jawab Kim Seongsaenim. “Jongin belum berangkat” kata Yun Bi. “ah.. Jongin? Jika tidak salah hari ini dia berangkat ke Amerika, orang tuanya bilang dia akan melanjutkan studynya di sana” jelas Kim Seongsaenim. “Hari ini??”tanya ku mengulangi. “iya, kenapa?” tanya Kim Seongsaenim. “Aku pergi dulu Seongsaenim” kataku lalu berlari keluar kelas tanpa membawa apapun selain ponselku. “Yak! Kang Yun Bi, pelajaran baru saja akan dimulai.. kau mau pergi kemana? Eoh?” tanya Kim Soengsaenim, tapi telat karna aku sudah pergi duluan.



=Incheon Airport=



**Jong In Pov**



“nak.. jaga diri baik-baik nee” jelas appa. “nee, abeoji” jawabku. “berjuanglah, pamanmu akan mengobatimu disana.. kau pasti bisa melawan penyakit itu, percayalah” kata Eomma. “nee.. eomma” jawab ku. “Kami akan mendoakanmu, nak.. Kau harus sembuh, kau pernah berjanji akan menikahi Yun Bi kan?” kata eomma mengingatkanku akan masa kecilku dengan Yun Bi. “nee, eomma... aku pasti sembuh. Dan aku ingin meminta bantuan eomma dan appa. Katakan pada Yun Bi jika aku ke amerika untuk dijodohkan. Jangan biarkan dia tahu tentang penyakitku” kata ku. “arraseo.. kai-ya.. arraseo” jawab Eomma. “aku berangkat, eomma.. appa, aku tiitp Yun Bi, nee..” kata ku.



**Yun Bi Pov**

#Toktoktok# ku ketuk pintu rumah jongin. Aku masih berharap jika dia belum berangkat. Tapi, tidak ada jawaban sama sekali. Ku tekan bel rumah itu. Tapi, hasilnya nihil.. sama saja tidak ada jawaban. Apa dia sudah pergi? Apa dia tidak mengucapkan selamat tinggal padaku? Paling tidak sebagai sahabat, dia mengucapkan selamat tinggal.. ku putuskan untuk menunggu salah seorang dari pemilik rumah ini datang.



=Hampir 1 jam=



#TIN TINTIN# akirnya setelah sekian lama aku menunggu, abeonim dan eommanim datang. “Yun Bi-ah... apa yang kau lakukan disini?” tanya eommanim. “apa Jongin sudah berangkat??” tanyaku. “dia sudah berangkat sejak tadi, apa kau ingin mengatakan sesuatu?” tanya eommanim. “ani, aniyo.. eommanim.. kalau begitu aku permisi saja” jawabku, lalu aku membungkuk tanda hormat dan berlari kembali ke sekolah.



**Jong In Pov**



=di dalam pesawat=



Kang Yun Bi....



!!!!FLASHBACK!!!!



**Author Pov**



“Yun Bi-ah..” panggil Jongin kecil di taman rumah Jongin. “waeyo?” tanya Yun Bi kecil yang masih sangat polos itu. “pakailah ini” kata Jongin mengambil tangan kiri Yun Bi dan memakaikan sebuah cincin yang terbuat dari bunga. “apa ini?” tanya Yun Bi sambil memandangi tangannya yang terpasang sebuah cincin bunga. “itu cincin” jawab Jongin kecil. “Cincin??” tanya Yun Bi. “iya, cincin.. cincin ini sebagai tanda jika kau dan aku sudah saling memiliki.. besok jika sudah besar.. aku berjanji.. kita akan menikah.. biar seberti appa dan eomma” kata Jongin kecil. “menikah?? Baiklah..” jawab Yun Bi kecil.



!!!!FLASHBACK END!!!


­­­­­­­­­­­­­­

**Yun Bi Pov**



Sampailah aku di depan sekolah. Ku langkahkan kakiku menuju lokerku. Kuambil tasku dan meninggalkan sekolah untuk kedua kalinya. Entahlah, aku merasa malas untuk bersekolah.

Aku tidak pulang, tapi aku berjalan kemana aku ingin ketempat itu. Sungai Han, sungai yang menjadi saksi bisu saat pertama kalinya Jongin menciumku. Saat itu aku dan Jongin masih duduk di bangku sekolah dasar.



!!!!FLASHBACK!!!!



**Author Pov**



“Yun Bi-ah... saranghae” kata Jongin kecil lalu mencium singkat bibir Yun Bi. Yun Bi hanya mematung, bingung. “yak!! Kkamjong.. kenapa kau menciumku?” kata Yun Bi tersadar.



!!!!FLASHBACK END!!!!



­­­­­­­­­­­­­­­­­

**Jong In Pov**



Yun Bi-ah.. jaga kesehatanmu nee,.. jangan sakit-sakittan seperti aku.





** 6 Bulan Kemudian**



** Yun Bi Pov**



6 bulan sudah berlalu saat kkamjong menyebalkan itu pergi secara tiba-tiba dari hidupku. Ku harap kau bahagia bersama yeojamu itu kkamjong. 6 bulan juga aku tidak pernah melewati rumah Jongin. Bahkan saat eomma dan appa akan pergi kesana, aku selalu cari alasan agar aku tidak ikut. Tapi kali ini aku melewati rumahmu kkamjong. Ku lihat eommanim ada abeonim tergesa-gesa akan pergi kesuatu tempat. Sebenarnya aku ingin bertanya kepada mereka. Tapi aku urungkan niatku, karna aku sudah lama tak bertemu mereka. Akhirnya mereka pun pergi. #drrtdrrtdrrt#



“yeobbosaeyo” kataku



“....”



“eomma, waeyo?” tanyaku



“....”



“nee? Jongin kenapa?” tanyaku mengulangi.



“....”



“hah?? Jongin meninggal?” kagetku



“...”

“eomma tidak bohongkan?? Dia ke amerika untuk menikah... ah, pasti istri jongin hamil iyakan.. jangan bohong eomma” kataku menenangkan diriku sendiri.



“.....”



“jongin tidak menikah?? Lalu jongin??” kata ku terputus saat ku dapati sosok jongin sedang berdiri di depanku. Entah aku berhalusinasi atau apalah. Kujatuhkan ponselku. “Jongin?” panggilku mencoba menyentuh pipinya. “Yun Bi..”panggilnya juga. “ini, benar kau kan.. Kim Jongin yang ku kenal.. kau tidak meninggalkan ku kan???” tanyaku sambil menyentuh kedua pipinya dengan tanganku. “aku Kim Jonginmu, Yun Bi.. maafkan aku..maafkan aku karna aku tidak bisa menepati janjiku” katanya juga menyentuh pipiku dan menghapus air mataku. Entah sejak kapan aku mulai meneteskan air mata. Tapi hatiku serasa di cabik-cabik. Sakit.. “yang meninggal itu bukan kau.. kan? Bukan kim jonginku iya.. kan? Itu hanya bohong,.. iya kan??” tanyaku padanya. “maafkan aku Yun Bi.. maafkan aku.. aku meninggalkanmu tanpa mengucapkan selamat tinggal, meinggalkanmu dengan kesan yang tidak menyenagkan” katanya panjang lebar. “maafkan aku.. karna aku tidak bisa menepati janjiku, untuk menikahimu..”kata Jong In. “tidak apa, jika kau tidak menikahiku.. asal kau tidak meninggalkanku.. tetap berada disiku.. Aku mencintaimu Jongin” tangis ku pecah. “maafkan aku Yun Bi.. waktuku sudah hampir habis.. Aku juga mencintaimu” katanya lalu mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirku. Kim Jong In, ku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu. Ku tutup mataku untuk merasakan kecupannya tapi.. saat ku tutup mataku yang ku rasakan hanya angin yang berhembus kencang. Ku buka mataku, sudah tidak ada Jongin, dimana dia? “Kim Jongin, ini bukan waktunya bercanda.. kau dimana eoh?” teriakku. “keluarlah.. selagi aku masih disini” lanjutku. “Yun Bi-ah” panggil eomma dari kejauhan. Ku hiraukan panggilan eommaku. “yak!! Kim Jongin.. ada eommaku.. kau masih mau bercanda? Keluarlah..” kataku berteriak. “Kim Jong In” panggilku sekali lagi hingga eomma menghentikanku dengan memelukku. “sudahlah.. Yun Bi-ah.. Jongin sudah tidak ada,,.. Jongin sudah pergi, dia tidak akan ada dihadapanmu lagi,.. dia tidak bersembunyi.. ayo kita ke amerika, untuk memakamkan Jonginmu.. sayang” kata eomma. “tidak eomma, dia tidak mati.. dia masih hidup... dia berjanji padaku untuk pulang eomma... dia mencintaiku... dia tidak mungkin meninggalkanku sendirian..” kataku masih tidak percaya dengan kenyataan. “ayo.. Yun Bi-ah..” kata eomma



@Amerika



=setelah pemakaman Jongin= [dirumah kluarga jongin yg di amerika]



“Yun Bi-ah”panggil eommanim. “nee, eommanim” kataku lalu berjalan menghampirinya. “kupikir, surat ini untukmu” kata eommanim. “surat?” tanyaku. “bukalah” kata eommanim mencoba tersenyum.



                Dear, Yun Bi-ku tersayang



                Yun Bi-ah... annyeong... bagaimana kabarmu? Kuharap kau baik-baik saja seperti terakhir kali aku melihatmu. Yun Bi-ah.. aku merindukanmu,  sangat merindukanmu.. kenapa kau tidak pernah menelphoneku saat aku sudah di amerika, eoh?? Kau sudah tidak perduli lagi dengan sahabatmu ini?? Menyebalkan.. Yun Bi-ah.. saat aku sudah sembuh nanti, ayo kita ke disneyland.. kau sangat ingin ke sanakan? Aku sudah menabung untuk mengajakmu kesana bahkan, aku sudah membeli tiketnya. Tapi, jika aku tidak sembuh, pakailah tiket itu untuk pergi dengan namjamu, arraseo?? Lalu ceritakanlah padaku apa saja yang kalian lakukan disana.. tenang saja aku tidak akan cemburu.. hey, kau menangis ya? Sudah pernah ku bilang kan.. jangan menangis,.. wajahmu akan tampak merah dan jelek.. aish, aku tidak suka yeoja cengeng.. maafkan aku, aku tidak bisa menghapus air matamu.. jadi hapuslah sendiri.. tegakkan kepalamu dan bahumu.. tatap lurus ke dapan dan lupakan aku, tinggalkan semua kenanganmu bersamaku.. pandanglah lurus... masa depanmu masih cerah Yun Bi-ah.. umurmu masih panjang.. maafkan aku karna aku tidak bisa tumbuh dan bertambah dewasa bersamamu lagi di dunia.. maafkan aku karna aku meninggalkanmu tiba-tiba.. maafkan aku Yun Bi-ah.. aku tidak bermaksud menyekiti hatimu.. tetaplah tersenyum, jangan menangis lagi, yang boleh mellihatmu menangis hanyalah aku dan eommamu.. kau adalah yeoja yang tegar.. yeoja yang kuat... yeoja berhati baja.. saat aku sudah pergi.. jalanilah hari-harimu seperti biasa.. selalu tersenyum, buat orang lain tersenyum juga, jaga kesehatanmu jangan sakit-sakitan seperti aku, aku titip appa dan eomma nee... sering-seringlah kerumah mereka untuk menjenguk mereka.. Yun Bi-ah ingat, selalu tersenyum ya.. aku juga akan selalu tersenyum untukmu disana... Saranghae Yun Bi-ah



TTD

Kim Jong In



Tangisku pecah setelah membaca surat terakhir dari Jongin. “maafkan eommanim.. karna eommanim tidak pernah memberitahumu tentang penyakit yang di derita Jongin” kata eommanim. Aku hanya menatapnya dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi. “sebenarnya Jongin mengidap kanker darah stadium akhir” jelas eommanim. ‘Kanker?’ kau bahkan tidak menceritakannya padaku. Sejak kapan kau mengidapnya namja jahat. “Jongin tidak ingin kau sedih karna tahu dia mengidap penyakit mematikan itu.. makanya dia menyembunyikannya darimu... maafkan Jongin, Yun Bi-ah” kata eommanim. Ku hapus air mataku. “gwenchanayo, eommanim..” kataku pada eommanim. “ah,,.. iya, satu lagi.. ini” kata eommanim menyerahkan sebuah kardus. “kupikir Jongin akan lebih senang jika kau yang menyimpannya” kata eommanim lalu meninggalkanku dengan kardus itu. Aku tahu isinya adalah barang-barang peninggalan Jongin.Ku buka kardus itu, ada dua buah tiket. ‘tiket disney?’. Dia benar-benar sudah membelinya. Namja egois. Aku tidak akan ke sana.. bahkan jika ada yang mengajaknya aku tidak akan pernah mau. Aku hanya ingin ke sana bersamamu, hanya bersamamu Kim Jong In. Tidak akan ada namja lain di hatiku selain dirimu. Kau sudah terbang jauh Jongin. Aku akan memulai kisah baru tanpa dirimu, tapi aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku akan selalu mencintaimu. Aku tidak akan melupakan kenangan kita yang telah kita ukir bersama sejak kecil. Aku tahu dunia kita sudah berbeda. Tapi, kau akan tetap hidup dihatiku. Kau adalah Raja yang tidak akan pernah tergantikan dihatiku. Aku akan menunggumu sampai kau menepati janjimu untuk kembali pulang ke Seoul dan menikahiku. Aku akan memegang janjimu, sampai mati pun aku akan menunggumu meskipun, kau tidak akan pulang meskipun, kau tidak akan pernah bisa menepati janjimu itu. Kau tahu kenapa aku bisa bertahan? Karna aku mencintaimu Kim Jongin. Karna aku mencintaimu dengan setulus hatiku. Saranghae Kim Jong In....



**END**




Tidak ada komentar:

Posting Komentar