Tittle : “Kim Jongin Babo!!”
Author : Stefhany Kim
Genre : Romance, School
Main Cast : - Kim Jongin aka Kai
: - Jang Ji Min (OC)
Rating : 15+
Lenght : One Shoot
**Author Pov**
Pagi itu di Hannyoung High School telihat semua murid berkerumunan di
sebuah papan pengumuman. Entah pengumuman apa itu yg bisa membuat semua murid
mengerumuni papan itu. Tidak dengan seorang yeoja yg baru saja masuk kekoridor
di Hannyoung High School itu. Dia juga bingung apa yg membuat teman-temannya
mengerumuni papan pengumuman itu. “Si Min-ah” panggilnya kepada yeoja yg lewat
di depannya. “Wae?” jawab Si Min. “apa itu?”tanya nya sambil menunjuk kearah
teman-temannya berkerumunan. “itu? kau lihat saja sendiri” jawabnya lalu pergi.
Tapi yeoja ini sangat cepat, dia menghentikan temannya itu dg menarik
tangannya. “wae?” kata si min lagi. “Kang Si Min, apa itu?”tanya nya lagi dg
menunjuk kearah kerumunan teman-temannya. “Jang Ji Min, itu adalah papan nilai
kita. Minggir aku mau lihat” jawab Si Min sambil mendororng pelan temannya
dengan meletakkan jarinya di jidat yeoja itu yg bernama Jang Ji Min. Lalu Si
Min berlari kearah kerumunan itu dg diikuti Ji Min. “ah aku tidak kelihatan”
desah Ji Min sambil jinjit jinjit. “permisi” lanjutnya lalu menerobos kerumunan
itu, dn sampailah dia di depan papan pengumuman itu. dia lihat papan nilai itu
dari urutan ke-50 sampai 100. “Mwo? Kim Jongin? Dia berada di urutan 100 lagi?,
benar benar babo!!” ujarnya. Lalu dia melihat lagi dari urutan ke-49 sampai 1.
“ah, Jang Ji Min.. 1? Nilai ku, ah. Nilaiku lebih jelek dari yg kemarin”
ujarnya sambil memanyunkan bibirnya. “tak apa, yg penting Kim Jongin! Kau masih
di urutan ke-100. Dan kau Babo!!”ujarnya dn tersenyum licik. “Murago??”
terdengar suara namja di sebelah Ji Min itu. lalu Ji Min menengoknya dan dia
adalah “oah,, Kim Jongin?” ujarnya sambil melihat namja itu. “kau tadi, apa yg
kau bilang??”tanya nya sambil menyipitkan mata tajamnya itu.
**Ji Min Pov**
“Murago??” terdengar suara namja di sebelahku. lalu ku tengok untuk
memastikan siapa dia “oah,, Kim Jongin?”. “kau tadi, apa yg kau bilang??”tanya
nya sambil menyipitkan mata tajamnya itu. “aku? Ah, aku tidak bilang apa-apa.
Kau pasti salah dengar”kataku lalu mengalihkan pandanganku dn akan pergi tpi
seperti ada yg menarik tanganku. “ikuti aku!”katanya sambil menarikku. Entah
kenapa tapi sebenarnya aku mau memberontak, tapi rasanya tidak bisa dan aku
malah mengikutinya. Dan sampai di gudang belakang sekolah. “apa yg kau katakan
tadi?”katanya sambil menghempaskan paksa tanganku. “ah, yak Kim Jongin kau
pikir tangaku tidak sakit apa??”. “jawab aku!!”. “baiklah. Jika kau ingin aku
menjawabmu aku akan menjawabmu. Ya, yg ku bilang tadi adalah ‘KIM JONGIN
BABO!!’. Puas?” jawabku dg menegaskan kata KIM JONGIN BABO. “baiklah kalau bgt,
karna kau nona Jang. Orang yg paling pintar di sekolah ini. Peraih peringkat 1
SE-LA-MANYA!! Dan aku seorang Kim Jongin yg paling TAMPAN di sekolah ini
memintamu nona Jang untuk menjadi guruku” katanya panjang lebar. “untuk
apa?”tanyaku.
**Jongin Pov**
“baiklah kalau bgt, karna kau nona Jang. Orang yg paling pintar di
sekolah ini. Peraih peringkat 1 SE-LA-MANYA!! Dan aku seorang Kim Jongin yg
paling TAMPAN di sekolah ini memintamu nona Jang untuk menjadi guruku”. “untuk
apa?”tanya nya. MWO? Aku berkata dg panjang lebar dn dia yeoja jelek ini hanya
berkata ‘untuk apa?’ Huh, dasar!! SOMBONG!! Kau pikir aku ini hanya
mengandalkan tampangku untuk menggaet gadis-gadis itu? hah?!! Dasar yoeja gila.
“untuk apa?”tanyaku balik. “ya, untuk apa? Tidak ada gunanya toh aku
mengajarimu. Kau juga sama saja. Itu hanya akan membuatku menghabiskan
tenagaku” jawabnya sambil mengeluarkan smirk nya. ‘Menghabiskan tenagaku?’
kau!! Huh!! Dasar yoeja sombong!! Gila!! Jelek!! Pendek!! Kecil!!
Menyebalkan!!. “baiklah jika kau tidak mau. Besok ada ulangan matematika. Jika
aku bisa mendapatkan nilai yg lebih bagus dari pada DI-RI-MU!! Nona JANG!! Kau
akan menjadi guruku. Tapi jika aku mendapatkan nilai yg lebih jelek dari
dirimu. Maka kau boleh bebas. Dan tidak menjadi guruku, eotte??” tantangku. Ku
pikir dia pasti mau.
**Ji Min Pov**
“baiklah jika kau tidak mau. Besok ada ulangan matematika. Jika aku
bisa mendapatkan nilai yg lebih bagus dari pada DI-RI-MU!! Nona JANG!! Kau akan
menjadi guruku. Tapi jika aku mendapatkan nilai yg lebih jelek dari dirimu.
Maka kau boleh bebas. Dan tidak menjadi guruku, eotte??”tantangnya. MWO?? Hanya
itu? kenapa tidak. Kau pikir aku sebodoh itu? huh? Kau tidak akan mungkin
mengalahkanku wahai Tuan Kim. Haha. “baiklah, siapa takut.”jawabku. “tapi,
tidak ada kecurangan oke”lanjutku sambil memberikan tanganku untuk berjabat
deal. “baiklah deal”katanya lalu menjabat tanganku. “deal”kataku juga.
**Author Pov**
Setelah membuat perjanjian itu lalu mereka pergi meninggalkan gudang
itu belakang sekolah itu.
= Sepulang Sekolah=
“kai-yah”panggil seorang namja tinggi besar. “wae?”jawab kai dg lesu.
“mwo ada apa dg dancer kita?”tanya seorang yg lain. “Hyung” kata kai dg muka
melas. “mwo kau ada apa?”. “Chanyeol hyung, kau kan pintar matematika. Apa
malam ini kau bisa menghajariku?”tanya kai. “mengajarimu? Apa aku tidak salah
dengar? Kau minta ku ajari. Ku pikir kau sudah meminta yeoja jeniusmu itu?”
kata chanyeol dg agak meledek kai. “hyung? Apa maksudmu??”tanya kai dg menatap
chanyeol tajam. “ouh, apa kau tersinggung? Kai-yah?”ejek namja yg lain tadi.
“baekhyun hyung” rengek kai. “aku kan tidak pintar”jawab baekhyun sambil
menunjuk-nunjuk chanyeol. “hyung”rengek kai lagi ke chanyeol. “sireo, malam ini
aku ada kencan. Jika kau mau bsk nilai matematikamu bagus maka mintalah hyung
kandungmu untuk mengajarimu bukankah dia juara mendapatkan peringkat 1 lagi di
angkatan ku”. “memangnya dia mau mengajariku. Dia bahkan tidak pernah
menganggapku semenjak aku menjadi bodoh”. “lalu kau bilang kau akan meminta
yeoja jenius itu untuk mengajarimu dimana dia? Bukankah setiap yeoja yg kau
pandang akan selalu meleleh dn menuruti semua permintaanmu? oh jangan-jangan
itu tidak berlaku bagi yeoja itu?” kata baekhyun sambil agak mengejek kai.
“maka dari itu, aku meminta bantuan kalian. Karna tadi aku membuat perjanjian
dgnya”kata kai terhenti dn membuat hyung-hyungnya penasaran. “perjanjian
apa?”tanya mereka berdua sambil mendekatkan wajahnya ke kai. “bsk ada ulangan
matematika dn jika aku mendapatkan nilai lebih dari dia maka dia akan menjadi
guruku, tapi jika sebaliknya maka dia bebas”jawab kai tegas. “hahahaha”tawa
chanyeol mengisi keheningan tadi di ruang dance itu. “itu sih salahmu”lanjut
baekhyun. “tapi, apa aku memang sebodoh itu? kenapa aku sampai berani membuat
perjanjian dg gadis menyebalkan itu” kata kai sambil berpikir. “pikirlah saja
sendiri, kita mau pulang”kata chanyeol sambil mengambil tasnya. “hyung tunggu”.
Di tempat lain yg lain seorang yeoja sedang membuka-buka buku yg ada
di depannya sambil bergumam. “dia? Menantangku? Mimpi!” katanya lalu membalik
selembar bukunya itu. “matematika dia pikir semudah itu untuk mendapatkan nilai
sempurna?” gumamnya lagi sambil membalik selembar demi selembar buku itu.
“dasar bodoh”gumamnya lagi dg masih melakukan hal yg sama. “KIM JONGIN!! Lihat
saja bsk”katanya lalu menutup bukunya kasar dn menggebrakkkan bukunya itu di
meja. “Ssstt” kata semua org yg ada di ruangan itu dg memandang Ji Min tajam.
“oh,, mianhae”katanya sambil menutup mulutnya dn berlari keruang perpustakaan.
=Keesokkan harinya=
Semua murid di ruang kelas 11-A itu sudah siap untuk menerima ulangan
matematika di jam pertama termasuk juga murid perain peringkat 100 dan 1.
Seperti yg dilihat mereka berdua sedang membaca buku-buku matematika dan
mempelajarinya. Ya, karna mereka berdua sedang bersaing. Bahkan mereka tidak
mau diganggu. “kai-yah” panggil seorang namja di depannya. “jangan ganggu aku
sehun-ah” jawabnya. Tidak beda di tempat ji min pun juga sama. “ji min-ah, ayo
sebentar kau ka sudah pintar”kata temannya si min. “si min, tidak kah kau melihat
aku sedang belajar”kata ji min dg tetap fokus pada buku di depannya. **KRING**
suara bel tanda masukjam 1 sudah berbunyi artinya semua murid di kelas 11-A
harus siap untuk ulangannya.
Selama ulangan berlangsung tidak terlihat satu murid pun bertindak curang.
=Selesai ulangan=
Sebuah kertas jatuh tepat diatas meja Ji Min. Yg memang sengaja di
jatuhkah disitu. “Jongin!”teriaknya meleret ketika ia mendapati kertas itu
terdapat sebuah tulisan yg tertulis ‘aku tidak curang’. “Ya, aku melihatnya.
Kau tidak curang. Tapi bukan berarti kau menang. Wahai tuan Kim”gumam Ji Min.
Di tempat lain tepatnya di kantin Hannyoung high school “hyung, soalmu
mujarab”kata kai sambil nyamperin chanyeol dll. “maksudmu?”tanya nya. “ya,
soalmu kemarin yg kau berikan itu hampir sama hehe” kata kai. “tapi kau tdk
curang kan?”tanya baekhyun. “tentu saja tidak. Hyung kau percaya tidak aku
senang” jawab kai sambil mengarahkan mukanya ke hyung kandungnya yaitu Kim Joon
Myeon. “pergi sana, ak tdk mau nanti ada org yg melihat kita”kata joon myeon yg
kerab dipanggil suho itu. “hyung, lagi pula semua orang disinikan sudah tahu
bahwa aku adikmu untuk apa kau tutup-tutupi lagi”rengek kai. “kai-yah. Apa kau
lupa, aku akan menganggapmu adik lagi di sekolah jika nilaimu kembali seperti
dulu. Kai yang tidak hanya pintar menari. Tapi otaknya juga pintar!!”kata suho
sambil menunjukkan kepalanya saat dia bicara ‘otak’. “hyung”rengek kai tdk mau
diam. Tapi suho malah langsung berdiri dn pergi meninggalkan yg lainnya. “ada
apa dg hyungmu?”tanya kyungsoo “tidak
tahu”jawab kai sambil masih melihat kearah hyungnya yg pergi meninggalkan
mereka karna kai.
_SKIP TIME_
=Keesokan Harinya=
Hari pemberitahuan Nilai
Ulangan
**Ji Min Pov**
Hari ini adalah hari dimana menentukan aku akan menjadi guru org bodoh
itu atau bebas dari dia. “Jongin”panggilku. “hmm”jawabnya sambil tetap fokus
membaca buku di depannya. “apa kau siap menerima kenyataan jika aku akan
bebas”kataku sombong. “harusnya aku yg bertanya seperti itu kepadamu”katanya
sambil menutup buku itu meletakkannya dn menatapku tajam yg sedang duduk
didepannya. “apa kau seyakin itu jika kau menang?”lanjutnya sambil mengeluarkar
smirknya. “untuk apa aku tidak yakin”jawabkuku. “baiklah. Kita tunggu saja
nanti siapa yg menang dn siapa yg menangis”ejeknya. **KRING KRING** lalu guru
yg kunanti-nanti masuk kekelas kita. “baiklah, ada kabar mengejukan yg saya
bawa pada hari ini untukmu Jang Ji Min”kata guru itu langsung to the poin. Apa
maksudnya coba kabar mengejutkan? “kemarin kita telah melakukan ulangan matematika.
Tidak ada satu pun siswa siswi disini yg bertindak curang saya yakin itu. karna
setiap soal yg kemarin saya berikan kepada kalian semua soallnya
berbeda”lanjutnya. “berbeda?”kata semua murid2 disitu dg bersamaan. “ya, kalau
bgt akan saya berikan nilai kalian. Jang Ji Min kau mendapatkan 98”. 98? Apa
aku tertidur saat mengerjakannya. “nah, ini Kim Jongin selamat kau mendapatkan
100”. Mwo? Di babo itu dapat nilai sempurna? Aih,tidak mungkin dia pasti
mencontek. Tapi, dia mencontek siapa bukankah soalnya semua berbeda.
**Jongin Pov**
nah, ini Kim Jongin selamat kau mendapatkan 100”. Haha, yes. Kau akan
menangis wahai Jang Ji Min. “kau dengar itu? Kim Jongin 100”kataku sambil
mendekatkan mulutku ke telinganya seusai mengambil nilaiku. Lalu dia berbalik.
“baiklah, kau menang puas?”katanya sambil menghembuskan nafas kesal. “aku sudah
tahu jika aku menang. Nanti malam dirumahku ya kutunggu kau. Kaukan sudah
menjadi guruku secara gratis”. “enak saja gratis. Tidak ada kata gratis”katanya
sambil menatapku sengit. “mwo?”. “ya, kau harus bayar dg membuktikan bahwa kau
memang bersungguh-sungguh untuk menjadi pintar. Arraso??” tanya nya. “dengan
cara?”tanya ku. “buktikan dg ccara kau bisa menembus 10 besar dlm ujian bulan
depan!!”tantangnya lalu ia membalikkan badannya ke posisi semula.
=malamnya dirumah jongin=
Dimana dia kenapa blm datang-datang juga. Ahk, apa dia blm tahu
rumahku?. **TING TONG**. Saat ku turun kebawah ternyata hyungku sudah
membukakan pintu.
**Ji Min Pov*
**TING TONG** ke penjet bell rumah jongin. “siapa?”tanya dari speaeker
yg spt suara namja. “aku Jang Ji Min, teman Jongin”kataku lalu pintu terbuka.
“Jang Ji Min?”sapanya. “oh, Sunbae? Kau?”blm selesai aku berbicara jongin sudah
memotong. “hyung, dia temanku”kata jongin yg baru saja turun dari tangga.
**Author Pov**
“hyung, dia temanku” kata kai sambil mendorong hyungnya dg tangan
dibahu “nanti akan ku jelaskan!”kata kai dg suara lirih. “silahkan”kata kai
mempersilahkan Ji Min masuk. Lalu dia menutup pintunya. “Bibi, buatkan aku
minum dg temanku ya..”kata kai sambil berjalan menaiki tangga diikuti Ji Min.
“mau dimana?”tanya Ji Min setelah naik ke lantai 2. “kau mau dimana?”tanya kai.
“yg pasti luas!”katanya. “di sini saja ya..”kata kai sambil menunjukkan ruang
dance kecil-kecilannya. “baiklah tak-apa. Mana mejanya?”tanya Ji Min. “ah, akan
ku ambilkan sebentar”kata kai lalu mengambil meja kecil dikamarnya.
**Ji Min Pov**
Wah, keren juga. Tempatnya. Tapi, tadi Suho Sunbae. Kenapa dia
disini??. Jika Suho sunbae disini kenapa jongin harus meminta bantuanku untuk
menjadi pintar bukankah suho sunbae lebih pintar dariku. Atau, ahk lebih baik
kutanyakan nanti. “hey, bantuin dong!!” teriak jongin dari depan pintu. “ah,
iya-iya..”kataku lalu membantunya mengangkat meja.
“keluarkan bukumu!”suruhku. Tapi dia hanya diam saja. “keluarkan
bukumu!!”suruhku lagi. “apa kau tidak mau bertanya sesuatu sebelum kelas kita
dimulai guru Jang?”. Apa dia bisa membaca pikiranku, kenapa dia tahu jika
sebenarnya ad ayg ingin kutanyakan. “oh, tidak ada baiklah”katanya lalu membuka
bukunya. “kim jongin sebentar. Apa suho sunbae adalah saudaramu?”tanyaku ragu.
“ya, dia hyung kandungku. Jangan kaget ya.. tapi ku pikir satu sekolah sudah
tahu, apa kau blm tahu?”. “babo! Tentu
saja aku blm tahu. Jika aku sudah tahu bahwa dia hyungmu. Tunggu-tunggu apa dia
Hyungmu??!! Jika dia hyungmu untuk apa
aku harus membantumu huh??”celotehku kesal karna pernyataannya tadi. “ceritanya
panjang, kapan-kapan akan ku ceritakan ayo kita belajar”ajaknya tanpa menjelaskan ku tetang fakta
kelanjutannya. “baiklah, kita mulai dari soal ini”kata ku sambil menunjuk soal
di buku fisika jongin. “apa ini F?” tanya nya. “apa kau sangat bodoh? Hah? F
saja tidak tahu. Kalau bgt cari tahu apa itu F dulu!!”suruhku. lalu dia hanya
melihat buku fisika itu tanpa membacanya “aku tidak tahu”katanya lalu
mengalihkan pandangannya dari buku itu. “hah”desahku. “baiklah tuan Kim jongin
yg tampan tapi BABO!! Akan ku jelaskan dari awal”kataku lalu aku menjelaskan
pelajaran fisika ini dari awal.
“ah,.. jadi bgt”katanya setelah aku selesai menjelaskan. “apa kau
mengerti??”tanyaku. “tidak”jawabnya tanpa merasa bersalah dg menyelipkan
pensilnya di bibirnya dg hidungnya. Hah sungguh Kim Jongin memang babo!!.
“Jongin-ah”panggilku. “hmm”jawabnya. “apa seumur hidupmu kau tidak pernah
belajar??”tanyaku heran. “tidak, dulu sebenarnya aku pintar bahkan lebih pintar
dari hyungku”jawabnya santai sambil memain-mainkan pensilnya. “lebih pintar
dari hyungmu?? Tidak mungkin”kataku dg meremehkannya. “apa kau perlu bukti,
ikuti aku”katanya sambil berdiri dn mengajakku untuk mengikutinya. Lalu aku dn
jongin sampai di depan kamar jongin. “tenang saja aku hanya akn memperlihatkan
piagam-piagam dn piala-pialaku tidak ada maksud lainnya”katanya lalu membuka
kamarnya. Saat dia buka pintunya. Wah, rapi sekali. “lihat ini, ini adalah
piagamku mengikuti olimpiade matematika se-seoul dn aku juara 1. Lihat ini, aku
juga ikut olimpiade yg lainnya”katanya sambil memamerkan piagam-piagan dn
pialanya. “ah, ini jika kau tidak percaya. Aku berfoto dg kluargaku. Saat itu
umurku baru 15 th, ini saat aku mengikuti olimpiade sains. Dan aku
menang”katanya lagi sombong. “apa kau sudah percaya?”lanjutnya. “em, mungkin.
Tapi apa yg membuatmu jadi seperti ini. Maksudku..”. “Babo? Ceritanya panjang..
kapan-kapan akan ku ceritakan” katanya menyahut pernyataanku tadi.
“baiklah”kataku pasrah. Lalu kami melanjutkan belajar kami. “Tuan, ini minuman
dan makanannya” kata seorang ajjuma yg tadi jongin panggil. “ah, nee..
kamsahamnida”kata jongin. “ah, jongin-ah. Dimana kamar kecilnya?”tanyaku karna
aku kebelet haha.. “ah, bibi. Tolong antarkan dia ke WC ya...”kata kai
blak-blak.an “ya..”jawab bibinya lalu menajakk untuk mengikutinya.
“apa kau pacar baru tuan?”tanya.nya sambil berjalan berdampingan
denganku. “mwo? Pacar? Ah, tentu saja tidak mungkin. Aku hanya temannya,
memangnya ada apa??”tanyaku. “ah, tidak. Di sini. Silahkan”katanya lalu
meninggalkan ku.
Saat aku keluar dari kamar kecil. Jongin sudah ada di depan pintu.
“apa? Apa kau mengintipku?”tanyaku curiga. “huh,, dasar”katanya sambil
memukulku pelan dengan buku. “ini, barang-barangmu. Sudah hampir jam 9 lebih
baik kau pulang” suruhnya sambil menyerahkan barang-barangku. “apa semuanya
sudah diberesi?”tanyaku. “jika kau tidak percaya lihat saja”. Lalu aku menuju
ruang tadi dan melihat ternyata disana sudah bersih tanpa sisa. “ah, jongin
gomawo”kataku lalu berjalan melewatinya. “tunggu”katanya sambil memegang
tanganku. “mulai besok kau duduk di sebelahku ya”katanya lagi. “apa? Duduk
disebelahmu? Sirreo!”tolakku lalu aku berjalan lagi. “Tunggu”katanya lagi lalu
menghentikan langkahku “apa lagi”. “kau pikir aku akan membiarkan seorang yeoja
pulang sendiri di jam segini? Akan ku antarkan”katanya sambil berjalan
melewatiku dn menarik tasku. “yak, Kim Jongin!!”teriakku agak keras sambil
mengikutinya dari belakang.
“naik motor ini tidak apa kan?”tanya nya sambil menaiki motor
besarnya. “apa aku tidak merepotkanmu?”tanyaku. “tidak, lagian kau kan sudah
menjadi guruku haha, ayo naik”katanya. “em, baiklah”kataku lalu aku menaikki
motor besar itu.
**Jongin Pov**
“em, baiklah”katanya sambil menaiki motorku. Entah apa yg kurasakan
tapi saat dia menaiki motorku rasanya jantungku seperti mau meledak, bahkan aku
ingin jika dia memelukku dari belakang.
Akh, perasaan apa ini. Apa aku menyukainya? Akh mana mungkin..
**Ji Min Pov**
Saat aku menaiki motornya itu. Aku bingung sangat, aku berasa seperti
sednag terbang tinggi dan tidak bisa turun. Rasanya aku seperti ingin
memeluknya dari belakang. Ah, Tuhan apa yg sedna kurasakan saat ini? Apa aku
menyukainya? Ah tentu tidak mungkin.
**Author Pov**
Terlihat sebuah sepeda motor berhenti di depan rumah yg terlihat
sederhana. “ini rumahmu?”tanya jongin kepada ji min. “ya”jawabnya lalu turun
dari motor jongin. “kenapa? Kecil ya.. tidak sebesar rumahmukan?”lanjut jimin.
“tidak rumahmu terlihat lebih hangat dari rumahku”jawab jongin.
“EONNI..”panggil seorang anak kecil dari depan rumah ji min. “oh, Jang Mi. Apa
kau belum tidur??”tanya jimin kepada anak kecil tadi yg ternyata adik ji min.
“belum aku menunggu eonni”jawabnya lalu melihat ke arah kai. “dia apakah? Dia
pacar eonni??”tanyanya. “bukan, dia temanku. Kenapa??”tanya jimin. “aku Jang
Jang Min”katanya lalu menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. “aku Kim
Jongin, panggil saja aku Kai Oppa, nee”jawab kai sok manis sambil menyambut
jabat tangan jang mi. “umurku 12 tahun”kata jangmi. “tunggu aku 6 tahun lagi
ya,,.. oppa lalu jadikan aku yeojachingumu”lanjut jangmi polos yg langsung di
bekap mulutnya oleh eonninya. “jangan dengarkan dia jonginah.. pulanglah,,
lupakan semuanya. Oke”kata ji min lalu menarik adiknya untuk masuk kedalam
rumah. “nee, aku pulang ya.. jimin jang mi annyeong..”kata kai sambil
melambaikan tangannya. “oppa, annyeong”sambit jangmi saat bisa melepaskan
bekapan eonninya. “eonni, kau ini apa-apaan sih, kau bilang dia bukan
namjachingumu”gerutu jangmi. “tapi kau membuatku malu tau”jawab jimin.
=Keesokan Harinya=
“Nah.. selesai”kata jongin sambil menaruh sebuah tulisan di meja
didekatnya. “jangan duduk sini, ya..”kata kai sambil mengelus-elus kertas yg
tadi dia tempel. “ah baiklah”jawab yeoja itu sambil membaca tulisan dikertas
tadi ‘TEMPAT DUDUK JANG JIMIN!! Jangan di tempati!!’. Lalu jimin datang dan
masuk kelas dengan senyum tapi senyum itu memudar saat dia membaca tulisan yg
ada di sebelah meja kai. “YAK!! KIM JONGIN!!”teriak jimin dg menyipitkan
matanya tajam. “wae?”jawab jongin yg duduk manis di tempat duduknya dan
pura-pura membaca buku. “Apa yg kau lakukan?”tanya jimin dg berjalan mendekati
jongin. “aku? Kau tidak lihat aku sedang membaca??”jawab jongin santai. “em...
membaca, yya.. baiklah apa yg kau baca?”tanya jimin lagi. “ya, buku lah,... apa
lagi??”jawab kai masih dengan gaya nya tadi. “dasar babo!!”kata jimin sambil
menaruh tasnya di meja yg tadi kai beri kertas dengan kasar. Karna sebenarnya
jimin tidak mau duduk bersebelahan dengan kai. **KRING** lalu guru pun masuk. Tapi,
kai masih dengan posisi yg tadi. “Tuan Kim Jongin, apa kau membaca buku dengan
tebalik?”tanya guru itu. Lalu disambut dengan tawa semua murid yg ada dikelas
itu. “ah,,”lalu kai menaruh bukunya dn berbisik ke sehun yg ada dibelakangnya “kenapa
kau tidak memberitahuku?”. “aku juga tidak tahu.. bukankah aku ada di
belakangmu..”jawab sehun.
=2 bulan kemudian=
Tak terasa 2 bulan sudah berlalu sejak jimin mendaji guru les kai. Mereka
tidak hanya belajar dirumah kai, terkadang mereka belajar dirumah jimin, dan di
caffe. Ternyata jimin mengajari kai tidak sia-sia. Buktinya nilai-nilai kai
sekarang meningkat drastis. Bahkan suho pun sekarang sudah mengakui kai lagi. Dan
tak terasa juga selama satu bulan ini Kai dan Jimin menjadi dekat bahkan ada
gosip disekolah jika mereka berpacaran tapi, mereka tidak menghiraukan itu. Dan
hari ini adalah hari pertama ujian 2 bulan sekali yg rutin diadakan oleh
sekolah mereka. “Jimin fighting!!”kata kai dengan mengepalkan tangannya pada
jimin yg ada disebelahnya. “kau juga”kata jimin kepada kai lalu juga mengepalkan
tangannya. Dan ujian di hari pertama pun selesai.
**Jimin Pov**
Hari ini adalah hari pertama ujian. Aku penasaran apakan jongin bisa
mengerjakannya? Hahaha. Tapi nilainya sekarang adalah sainganku, seharusnya
dulu aku tidak usah membantunya agar aku tidak mendapat saingan,, haha.. “jongin,
bagaimana ujianmu?”tanyaku padanya saat pulang seusai ujian. “lumayan, tidak
begitu susah.. bagaimana denganmu??”tanya.nya balik kepadaku. “sama”jawabku
dengan malu-malu. Lalu kita pulang bersama dan aku pun diantar oleh jongin
seperti biasa. Selama ini aku sering diantar bahkan dijemput dengannya..
hahaha..
**Jongin Pov**
“jongin, bagaimana ujianmu?”tanyanya padaku. “lumayan, tidak begitu
susah.. bagaimana denganmu??”jawabku. “sama”. Kau tahu, sejak saat aku mulai mengenalnya lebih
lagi, rasanya aku selalu ingin melihatnya. Selalu ingin berada didekatnya. Bahkan
pernah saat itu aku sedang sakit dan tidak bisa berangkat sekolah lalu dia
menelphoneku. “Babo!! Kenapa kau hujan-hujanan.. panaskan. Bagaimana ini.. jika
kau sakit, kau akan ketinggalan pelajaran babo!! Dasar kim jongin” celotehnya dulu
saat aku sedang sakit. Entah kenapa aku suka saat dia marah, saat dia
mengatakanku Babo, aku menyukai itu. Terkadang saat aku memikirkannya aku juga
berpikir ‘apa aku menyukainya?’ tapi pertanyaan itu selalu saja aku sangkal. Tapi
jika aku tidak menyukainya kenapa setiap aku didekatnya jantungku ini terasa
lebih cepat berdetak.
**Author Pov**
Lalu mereka pun sampai di depan rumah jimin. “gomawo, jongin-ah”kata
jimin sambil turun dari motor kai. “nee”kata kai.
Tak terasa sudah seminggu mereka melaksanakan ujian bulanan itu. Dan ini
adalah harinya dimana mereka mengetahui nilai mereka. Semua murid mengerumuni
papan nilai termasuk juga kai dan jimin. Mereka sama-sama melihat nilai mereka.
**Jimin Pov**
Saat kulihat nilainya dari peringkat ke-100. Dan wah, bukan jongin
lagi. Lalu aku naik dan mataku melihat nama KIM JONGIN. Dan kau tahu
diperingkat berapa dia??
**Jongin Pov**
Saat kulihat papan nilanya aku mulai melihat dari bawah. Dan peringkat
ke-100 bukan aku lagi,, yeah. Lalu aku melihat namaku KIM JONGIN yang tepat
berada dibawah nama JANG JI MIN.. dan MWO?? Aku peringkat ke-2.. woah, aku
senang dan lebih senangnya lagi dia masih bisa mempertahankan peringkatnya. Jimin
selamat..
**Jimin Pov**
“Jongin.. Selamat”kataku sambil tersenyum. “kau juga selamat ya..”katanya
sambil tersenyum juga. Entah kenapa semenjak aku mulai lebih lagi mengenalnya
aku lebih sering melihat senyum manisnya. Bahakan aku ingin lebih sering
melihatnya. Hahaha.. apa aku menyukainya??..
ya, mungkin saja.. Jongin lah yg membuat hidupku menjadi berubah. Membuat
hidupku menjadi lebih berarti dan dia juga yang sudah membuatku tahu enaknya
untuk berbagi. Dia yang membuat sifatku yang dulu aku hanya meremehkan org-org
bodoh. Sekarang aku menjadi lebih dekat dengan mereka karna Jongin. Dan aku
berharap dengan ini. Jongin yang dulu akan kembali. Haha..
**Jongin Pov**
Saat dia mengucapkan “jongin.. selamat”. Kutatap matanya, ya. Matanya sangat
indah seakan matanya itu berkata bahwa aku menyukaimu kim jongin. Tapi, apakah
aku sendang terbang (ngefly)? Atau aku sedang berandai-andai jika dia
menyukaiku.. haha, dasar kimjongin.. kau
memang benar-benar babo. Tapi, sepertinya aku memang menyukainya bagaimana jika
aku menyatakan perasaanku? Itu pasti sangat bagus. “Jimin-ah.. kkaja”ajak ku. Lalu
menariknya untuk pergi ketaman sekolah.
**Author Pov**
Lalu mereka berdua pergi ke taman. “ada apa??”tanya jimin sambil
menatap kai yang sedang membelakanginya. Lalu kai berbalik menatap jimin dan
memegang tangannya “Jang Jimin”kata kai.
**Jimin pov**
Lalu dia berbalik menatapku dan memegang tanganku. “Jang Jimin”katanya.
Saat dia menatapku bahkan memegang tangaku rasanya jantung ku ingin meledak. Entah
kenapa dan apa perasaan ini. Apa aku benar-benar menyukainya?? “nee”jawabku
sambil menuntukkan kepalaku karna malu.
**Jongin Pov**
“Jang Jimin” panggilku dengan menatapnya dan memegang tangannya. Rasanya
aku segera ingin memeluknya. “nee”jawabnya dengan menundukkan kepalanya. “bolehkah
aku mengatakan sesuatu??”tanyaku tapi dia hanya diam saja dan mengangguk. “Jang
Jimin aku... menyukaimu”kataku lalu dia medongakkan kepalanya. Ya, mungkin
kaget. “murago?”tanya nya. “nona Jang..”panggilku sambil tersenyum dan tetap
menatapnya bahkan aku memper-erat gengamanku “aku menyukaimu saranghae”kata ku
lalu memeluknya karna sudah tidak tahan “nado”jawabnya pelan.
**Jimin pov**
“nona Jang..”panggilnya sambil tersenyum dan tetap menatapku. “aku
menyukaimu saranghae”katanya lalu memelukku. Aku pun juga balik memeluknya dan
menjawab “nado” dengan pelan. Sontak dia melepaskan pelukannya dan bertanya “apa
katamu?”tanyanya. “nado kim jongin, aku juga meyukaimu, nado saranghae kim
jongin babo”kataku lalu tersenyum.
**Author Pov**
“apa kau masih memanggilku babo, walaupun aku sudah berperingkat 2
huh??”tanya kai. “ah,, baiklah. Kau ingin aku memanggilmu kai. Iyakan.. itukan
nama bekenmu.. haha kai-yah”. “tapi sepertinya aneh jika kau ucapkan. Kau memanggilku
kimjongin babo juga tidak apa-apa”kata kai lalu tersenyum. “jadi sekarang kau
namjachinguku kan??”tanya jimin dengan malu-malu. “ah.. iya.. kau yoejaku..
jangan dekat-dekat dengan namja lain nee..”katanya lalu memelukku lagi. “jongin-ah,
aku kan sudah mengajarimu belajar. Kau mau mengajariku menarikan??”tanya jimin
dalam pelukan kai. “apa yg tidak untuk mu changi” lalu kai mencium pucuk kepala
jimin.
**TAMAT**
nb: maaf kalo gaje, dan gak nyambung maklum ff pertama hehe. maaf juga ya, kalo ada yang salah-salah tulisan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar