Kamis, 21 Agustus 2014

"KIM JONGIN BABO!!"



 

Tittle                     : “Kim Jongin Babo!!”
Author                  : Stefhany Kim
Genre                   : Romance, School
Main Cast            : - Kim Jongin aka Kai
                                : - Jang Ji Min (OC)
Rating                   : 15+
Lenght                  : One Shoot


**Author Pov**

Pagi itu di Hannyoung High School telihat semua murid berkerumunan di sebuah papan pengumuman. Entah pengumuman apa itu yg bisa membuat semua murid mengerumuni papan itu. Tidak dengan seorang yeoja yg baru saja masuk kekoridor di Hannyoung High School itu. Dia juga bingung apa yg membuat teman-temannya mengerumuni papan pengumuman itu. “Si Min-ah” panggilnya kepada yeoja yg lewat di depannya. “Wae?” jawab Si Min. “apa itu?”tanya nya sambil menunjuk kearah teman-temannya berkerumunan. “itu? kau lihat saja sendiri” jawabnya lalu pergi. Tapi yeoja ini sangat cepat, dia menghentikan temannya itu dg menarik tangannya. “wae?” kata si min lagi. “Kang Si Min, apa itu?”tanya nya lagi dg menunjuk kearah kerumunan teman-temannya. “Jang Ji Min, itu adalah papan nilai kita. Minggir aku mau lihat” jawab Si Min sambil mendororng pelan temannya dengan meletakkan jarinya di jidat yeoja itu yg bernama Jang Ji Min. Lalu Si Min berlari kearah kerumunan itu dg diikuti Ji Min. “ah aku tidak kelihatan” desah Ji Min sambil jinjit jinjit. “permisi” lanjutnya lalu menerobos kerumunan itu, dn sampailah dia di depan papan pengumuman itu. dia lihat papan nilai itu dari urutan ke-50 sampai 100. “Mwo? Kim Jongin? Dia berada di urutan 100 lagi?, benar benar babo!!” ujarnya. Lalu dia melihat lagi dari urutan ke-49 sampai 1. “ah, Jang Ji Min.. 1? Nilai ku, ah. Nilaiku lebih jelek dari yg kemarin” ujarnya sambil memanyunkan bibirnya. “tak apa, yg penting Kim Jongin! Kau masih di urutan ke-100. Dan kau Babo!!”ujarnya dn tersenyum licik. “Murago??” terdengar suara namja di sebelah Ji Min itu. lalu Ji Min menengoknya dan dia adalah “oah,, Kim Jongin?” ujarnya sambil melihat namja itu. “kau tadi, apa yg kau bilang??”tanya nya sambil menyipitkan mata tajamnya itu.

**Ji Min Pov**

“Murago??” terdengar suara namja di sebelahku. lalu ku tengok untuk memastikan siapa dia “oah,, Kim Jongin?”. “kau tadi, apa yg kau bilang??”tanya nya sambil menyipitkan mata tajamnya itu. “aku? Ah, aku tidak bilang apa-apa. Kau pasti salah dengar”kataku lalu mengalihkan pandanganku dn akan pergi tpi seperti ada yg menarik tanganku. “ikuti aku!”katanya sambil menarikku. Entah kenapa tapi sebenarnya aku mau memberontak, tapi rasanya tidak bisa dan aku malah mengikutinya. Dan sampai di gudang belakang sekolah. “apa yg kau katakan tadi?”katanya sambil menghempaskan paksa tanganku. “ah, yak Kim Jongin kau pikir tangaku tidak sakit apa??”. “jawab aku!!”. “baiklah. Jika kau ingin aku menjawabmu aku akan menjawabmu. Ya, yg ku bilang tadi adalah ‘KIM JONGIN BABO!!’. Puas?” jawabku dg menegaskan kata KIM JONGIN BABO. “baiklah kalau bgt, karna kau nona Jang. Orang yg paling pintar di sekolah ini. Peraih peringkat 1 SE-LA-MANYA!! Dan aku seorang Kim Jongin yg paling TAMPAN di sekolah ini memintamu nona Jang untuk menjadi guruku” katanya panjang lebar. “untuk apa?”tanyaku.

**Jongin Pov**

“baiklah kalau bgt, karna kau nona Jang. Orang yg paling pintar di sekolah ini. Peraih peringkat 1 SE-LA-MANYA!! Dan aku seorang Kim Jongin yg paling TAMPAN di sekolah ini memintamu nona Jang untuk menjadi guruku”. “untuk apa?”tanya nya. MWO? Aku berkata dg panjang lebar dn dia yeoja jelek ini hanya berkata ‘untuk apa?’ Huh, dasar!! SOMBONG!! Kau pikir aku ini hanya mengandalkan tampangku untuk menggaet gadis-gadis itu? hah?!! Dasar yoeja gila. “untuk apa?”tanyaku balik. “ya, untuk apa? Tidak ada gunanya toh aku mengajarimu. Kau juga sama saja. Itu hanya akan membuatku menghabiskan tenagaku” jawabnya sambil mengeluarkan smirk nya. ‘Menghabiskan tenagaku?’ kau!! Huh!! Dasar yoeja sombong!! Gila!! Jelek!! Pendek!! Kecil!! Menyebalkan!!. “baiklah jika kau tidak mau. Besok ada ulangan matematika. Jika aku bisa mendapatkan nilai yg lebih bagus dari pada DI-RI-MU!! Nona JANG!! Kau akan menjadi guruku. Tapi jika aku mendapatkan nilai yg lebih jelek dari dirimu. Maka kau boleh bebas. Dan tidak menjadi guruku, eotte??” tantangku. Ku pikir dia pasti mau.

**Ji Min Pov**

“baiklah jika kau tidak mau. Besok ada ulangan matematika. Jika aku bisa mendapatkan nilai yg lebih bagus dari pada DI-RI-MU!! Nona JANG!! Kau akan menjadi guruku. Tapi jika aku mendapatkan nilai yg lebih jelek dari dirimu. Maka kau boleh bebas. Dan tidak menjadi guruku, eotte??”tantangnya. MWO?? Hanya itu? kenapa tidak. Kau pikir aku sebodoh itu? huh? Kau tidak akan mungkin mengalahkanku wahai Tuan Kim. Haha. “baiklah, siapa takut.”jawabku. “tapi, tidak ada kecurangan oke”lanjutku sambil memberikan tanganku untuk berjabat deal. “baiklah deal”katanya lalu menjabat tanganku. “deal”kataku juga.

**Author Pov**

Setelah membuat perjanjian itu lalu mereka pergi meninggalkan gudang itu belakang sekolah itu.

= Sepulang Sekolah=

“kai-yah”panggil seorang namja tinggi besar. “wae?”jawab kai dg lesu. “mwo ada apa dg dancer kita?”tanya seorang yg lain. “Hyung” kata kai dg muka melas. “mwo kau ada apa?”. “Chanyeol hyung, kau kan pintar matematika. Apa malam ini kau bisa menghajariku?”tanya kai. “mengajarimu? Apa aku tidak salah dengar? Kau minta ku ajari. Ku pikir kau sudah meminta yeoja jeniusmu itu?” kata chanyeol dg agak meledek kai. “hyung? Apa maksudmu??”tanya kai dg menatap chanyeol tajam. “ouh, apa kau tersinggung? Kai-yah?”ejek namja yg lain tadi. “baekhyun hyung” rengek kai. “aku kan tidak pintar”jawab baekhyun sambil menunjuk-nunjuk chanyeol. “hyung”rengek kai lagi ke chanyeol. “sireo, malam ini aku ada kencan. Jika kau mau bsk nilai matematikamu bagus maka mintalah hyung kandungmu untuk mengajarimu bukankah dia juara mendapatkan peringkat 1 lagi di angkatan ku”. “memangnya dia mau mengajariku. Dia bahkan tidak pernah menganggapku semenjak aku menjadi bodoh”. “lalu kau bilang kau akan meminta yeoja jenius itu untuk mengajarimu dimana dia? Bukankah setiap yeoja yg kau pandang akan selalu meleleh dn menuruti semua permintaanmu? oh jangan-jangan itu tidak berlaku bagi yeoja itu?” kata baekhyun sambil agak mengejek kai. “maka dari itu, aku meminta bantuan kalian. Karna tadi aku membuat perjanjian dgnya”kata kai terhenti dn membuat hyung-hyungnya penasaran. “perjanjian apa?”tanya mereka berdua sambil mendekatkan wajahnya ke kai. “bsk ada ulangan matematika dn jika aku mendapatkan nilai lebih dari dia maka dia akan menjadi guruku, tapi jika sebaliknya maka dia bebas”jawab kai tegas. “hahahaha”tawa chanyeol mengisi keheningan tadi di ruang dance itu. “itu sih salahmu”lanjut baekhyun. “tapi, apa aku memang sebodoh itu? kenapa aku sampai berani membuat perjanjian dg gadis menyebalkan itu” kata kai sambil berpikir. “pikirlah saja sendiri, kita mau pulang”kata chanyeol sambil mengambil tasnya. “hyung tunggu”.

Di tempat lain yg lain seorang yeoja sedang membuka-buka buku yg ada di depannya sambil bergumam. “dia? Menantangku? Mimpi!” katanya lalu membalik selembar bukunya itu. “matematika dia pikir semudah itu untuk mendapatkan nilai sempurna?” gumamnya lagi sambil membalik selembar demi selembar buku itu. “dasar bodoh”gumamnya lagi dg masih melakukan hal yg sama. “KIM JONGIN!! Lihat saja bsk”katanya lalu menutup bukunya kasar dn menggebrakkkan bukunya itu di meja. “Ssstt” kata semua org yg ada di ruangan itu dg memandang Ji Min tajam. “oh,, mianhae”katanya sambil menutup mulutnya dn berlari keruang perpustakaan.

=Keesokkan harinya=

Semua murid di ruang kelas 11-A itu sudah siap untuk menerima ulangan matematika di jam pertama termasuk juga murid perain peringkat 100 dan 1. Seperti yg dilihat mereka berdua sedang membaca buku-buku matematika dan mempelajarinya. Ya, karna mereka berdua sedang bersaing. Bahkan mereka tidak mau diganggu. “kai-yah” panggil seorang namja di depannya. “jangan ganggu aku sehun-ah” jawabnya. Tidak beda di tempat ji min pun juga sama. “ji min-ah, ayo sebentar kau ka sudah pintar”kata temannya si min. “si min, tidak kah kau melihat aku sedang belajar”kata ji min dg tetap fokus pada buku di depannya. **KRING** suara bel tanda masukjam 1 sudah berbunyi artinya semua murid di kelas 11-A harus siap untuk ulangannya.
Selama ulangan berlangsung tidak terlihat satu murid pun bertindak curang.

=Selesai ulangan=

Sebuah kertas jatuh tepat diatas meja Ji Min. Yg memang sengaja di jatuhkah disitu. “Jongin!”teriaknya meleret ketika ia mendapati kertas itu terdapat sebuah tulisan yg tertulis ‘aku tidak curang’. “Ya, aku melihatnya. Kau tidak curang. Tapi bukan berarti kau menang. Wahai tuan Kim”gumam Ji Min.

Di tempat lain tepatnya di kantin Hannyoung high school “hyung, soalmu mujarab”kata kai sambil nyamperin chanyeol dll. “maksudmu?”tanya nya. “ya, soalmu kemarin yg kau berikan itu hampir sama hehe” kata kai. “tapi kau tdk curang kan?”tanya baekhyun. “tentu saja tidak. Hyung kau percaya tidak aku senang” jawab kai sambil mengarahkan mukanya ke hyung kandungnya yaitu Kim Joon Myeon. “pergi sana, ak tdk mau nanti ada org yg melihat kita”kata joon myeon yg kerab dipanggil suho itu. “hyung, lagi pula semua orang disinikan sudah tahu bahwa aku adikmu untuk apa kau tutup-tutupi lagi”rengek kai. “kai-yah. Apa kau lupa, aku akan menganggapmu adik lagi di sekolah jika nilaimu kembali seperti dulu. Kai yang tidak hanya pintar menari. Tapi otaknya juga pintar!!”kata suho sambil menunjukkan kepalanya saat dia bicara ‘otak’. “hyung”rengek kai tdk mau diam. Tapi suho malah langsung berdiri dn pergi meninggalkan yg lainnya. “ada apa dg hyungmu?”tanya  kyungsoo “tidak tahu”jawab kai sambil masih melihat kearah hyungnya yg pergi meninggalkan mereka karna kai.

_SKIP TIME_

=Keesokan Harinya=
Hari pemberitahuan Nilai Ulangan

**Ji Min Pov**

Hari ini adalah hari dimana menentukan aku akan menjadi guru org bodoh itu atau bebas dari dia. “Jongin”panggilku. “hmm”jawabnya sambil tetap fokus membaca buku di depannya. “apa kau siap menerima kenyataan jika aku akan bebas”kataku sombong. “harusnya aku yg bertanya seperti itu kepadamu”katanya sambil menutup buku itu meletakkannya dn menatapku tajam yg sedang duduk didepannya. “apa kau seyakin itu jika kau menang?”lanjutnya sambil mengeluarkar smirknya. “untuk apa aku tidak yakin”jawabkuku. “baiklah. Kita tunggu saja nanti siapa yg menang dn siapa yg menangis”ejeknya. **KRING KRING** lalu guru yg kunanti-nanti masuk kekelas kita. “baiklah, ada kabar mengejukan yg saya bawa pada hari ini untukmu Jang Ji Min”kata guru itu langsung to the poin. Apa maksudnya coba kabar mengejutkan? “kemarin kita telah melakukan ulangan matematika. Tidak ada satu pun siswa siswi disini yg bertindak curang saya yakin itu. karna setiap soal yg kemarin saya berikan kepada kalian semua soallnya berbeda”lanjutnya. “berbeda?”kata semua murid2 disitu dg bersamaan. “ya, kalau bgt akan saya berikan nilai kalian. Jang Ji Min kau mendapatkan 98”. 98? Apa aku tertidur saat mengerjakannya. “nah, ini Kim Jongin selamat kau mendapatkan 100”. Mwo? Di babo itu dapat nilai sempurna? Aih,tidak mungkin dia pasti mencontek. Tapi, dia mencontek siapa bukankah soalnya semua berbeda.

**Jongin Pov**

nah, ini Kim Jongin selamat kau mendapatkan 100”. Haha, yes. Kau akan menangis wahai Jang Ji Min. “kau dengar itu? Kim Jongin 100”kataku sambil mendekatkan mulutku ke telinganya seusai mengambil nilaiku. Lalu dia berbalik. “baiklah, kau menang puas?”katanya sambil menghembuskan nafas kesal. “aku sudah tahu jika aku menang. Nanti malam dirumahku ya kutunggu kau. Kaukan sudah menjadi guruku secara gratis”. “enak saja gratis. Tidak ada kata gratis”katanya sambil menatapku sengit. “mwo?”. “ya, kau harus bayar dg membuktikan bahwa kau memang bersungguh-sungguh untuk menjadi pintar. Arraso??” tanya nya. “dengan cara?”tanya ku. “buktikan dg ccara kau bisa menembus 10 besar dlm ujian bulan depan!!”tantangnya lalu ia membalikkan badannya ke posisi semula.

=malamnya dirumah jongin=

Dimana dia kenapa blm datang-datang juga. Ahk, apa dia blm tahu rumahku?. **TING TONG**. Saat ku turun kebawah ternyata hyungku sudah membukakan pintu.


**Ji Min Pov*

**TING TONG** ke penjet bell rumah jongin. “siapa?”tanya dari speaeker yg spt suara namja. “aku Jang Ji Min, teman Jongin”kataku lalu pintu terbuka. “Jang Ji Min?”sapanya. “oh, Sunbae? Kau?”blm selesai aku berbicara jongin sudah memotong. “hyung, dia temanku”kata jongin yg baru saja turun dari tangga.

**Author Pov**

“hyung, dia temanku” kata kai sambil mendorong hyungnya dg tangan dibahu “nanti akan ku jelaskan!”kata kai dg suara lirih. “silahkan”kata kai mempersilahkan Ji Min masuk. Lalu dia menutup pintunya. “Bibi, buatkan aku minum dg temanku ya..”kata kai sambil berjalan menaiki tangga diikuti Ji Min. “mau dimana?”tanya Ji Min setelah naik ke lantai 2. “kau mau dimana?”tanya kai. “yg pasti luas!”katanya. “di sini saja ya..”kata kai sambil menunjukkan ruang dance kecil-kecilannya. “baiklah tak-apa. Mana mejanya?”tanya Ji Min. “ah, akan ku ambilkan sebentar”kata kai lalu mengambil meja  kecil dikamarnya.

**Ji Min Pov**

Wah, keren juga. Tempatnya. Tapi, tadi Suho Sunbae. Kenapa dia disini??. Jika Suho sunbae disini kenapa jongin harus meminta bantuanku untuk menjadi pintar bukankah suho sunbae lebih pintar dariku. Atau, ahk lebih baik kutanyakan nanti. “hey, bantuin dong!!” teriak jongin dari depan pintu. “ah, iya-iya..”kataku lalu membantunya mengangkat meja.

“keluarkan bukumu!”suruhku. Tapi dia hanya diam saja. “keluarkan bukumu!!”suruhku lagi. “apa kau tidak mau bertanya sesuatu sebelum kelas kita dimulai guru Jang?”. Apa dia bisa membaca pikiranku, kenapa dia tahu jika sebenarnya ad ayg ingin kutanyakan. “oh, tidak ada baiklah”katanya lalu membuka bukunya. “kim jongin sebentar. Apa suho sunbae adalah saudaramu?”tanyaku ragu. “ya, dia hyung kandungku. Jangan kaget ya.. tapi ku pikir satu sekolah sudah tahu, apa kau blm tahu?”. “babo!  Tentu saja aku blm tahu. Jika aku sudah tahu bahwa dia hyungmu. Tunggu-tunggu apa dia Hyungmu??!!  Jika dia hyungmu untuk apa aku harus membantumu huh??”celotehku kesal karna pernyataannya tadi. “ceritanya panjang, kapan-kapan akan ku ceritakan ayo kita belajar”ajaknya  tanpa menjelaskan ku tetang fakta kelanjutannya. “baiklah, kita mulai dari soal ini”kata ku sambil menunjuk soal di buku fisika jongin. “apa ini F?” tanya nya. “apa kau sangat bodoh? Hah? F saja tidak tahu. Kalau bgt cari tahu apa itu F dulu!!”suruhku. lalu dia hanya melihat buku fisika itu tanpa membacanya “aku tidak tahu”katanya lalu mengalihkan pandangannya dari buku itu. “hah”desahku. “baiklah tuan Kim jongin yg tampan tapi BABO!! Akan ku jelaskan dari awal”kataku lalu aku menjelaskan pelajaran fisika ini dari awal.

“ah,.. jadi bgt”katanya setelah aku selesai menjelaskan. “apa kau mengerti??”tanyaku. “tidak”jawabnya tanpa merasa bersalah dg menyelipkan pensilnya di bibirnya dg hidungnya. Hah sungguh Kim Jongin memang babo!!. “Jongin-ah”panggilku. “hmm”jawabnya. “apa seumur hidupmu kau tidak pernah belajar??”tanyaku heran. “tidak, dulu sebenarnya aku pintar bahkan lebih pintar dari hyungku”jawabnya santai sambil memain-mainkan pensilnya. “lebih pintar dari hyungmu?? Tidak mungkin”kataku dg meremehkannya. “apa kau perlu bukti, ikuti aku”katanya sambil berdiri dn mengajakku untuk mengikutinya. Lalu aku dn jongin sampai di depan kamar jongin. “tenang saja aku hanya akn memperlihatkan piagam-piagam dn piala-pialaku tidak ada maksud lainnya”katanya lalu membuka kamarnya. Saat dia buka pintunya. Wah, rapi sekali. “lihat ini, ini adalah piagamku mengikuti olimpiade matematika se-seoul dn aku juara 1. Lihat ini, aku juga ikut olimpiade yg lainnya”katanya sambil memamerkan piagam-piagan dn pialanya. “ah, ini jika kau tidak percaya. Aku berfoto dg kluargaku. Saat itu umurku baru 15 th, ini saat aku mengikuti olimpiade sains. Dan aku menang”katanya lagi sombong. “apa kau sudah percaya?”lanjutnya. “em, mungkin. Tapi apa yg membuatmu jadi seperti ini. Maksudku..”. “Babo? Ceritanya panjang.. kapan-kapan akan ku ceritakan” katanya menyahut pernyataanku tadi. “baiklah”kataku pasrah. Lalu kami melanjutkan belajar kami. “Tuan, ini minuman dan makanannya” kata seorang ajjuma yg tadi jongin panggil. “ah, nee.. kamsahamnida”kata jongin. “ah, jongin-ah. Dimana kamar kecilnya?”tanyaku karna aku kebelet haha.. “ah, bibi. Tolong antarkan dia ke WC ya...”kata kai blak-blak.an “ya..”jawab bibinya lalu menajakk untuk mengikutinya.

“apa kau pacar baru tuan?”tanya.nya sambil berjalan berdampingan denganku. “mwo? Pacar? Ah, tentu saja tidak mungkin. Aku hanya temannya, memangnya ada apa??”tanyaku. “ah, tidak. Di sini. Silahkan”katanya lalu meninggalkan ku.

Saat aku keluar dari kamar kecil. Jongin sudah ada di depan pintu. “apa? Apa kau mengintipku?”tanyaku curiga. “huh,, dasar”katanya sambil memukulku pelan dengan buku. “ini, barang-barangmu. Sudah hampir jam 9 lebih baik kau pulang” suruhnya sambil menyerahkan barang-barangku. “apa semuanya sudah diberesi?”tanyaku. “jika kau tidak percaya lihat saja”. Lalu aku menuju ruang tadi dan melihat ternyata disana sudah bersih tanpa sisa. “ah, jongin gomawo”kataku lalu berjalan melewatinya. “tunggu”katanya sambil memegang tanganku. “mulai besok kau duduk di sebelahku ya”katanya lagi. “apa? Duduk disebelahmu? Sirreo!”tolakku lalu aku berjalan lagi. “Tunggu”katanya lagi lalu menghentikan langkahku “apa lagi”. “kau pikir aku akan membiarkan seorang yeoja pulang sendiri di jam segini? Akan ku antarkan”katanya sambil berjalan melewatiku dn menarik tasku. “yak, Kim Jongin!!”teriakku agak keras sambil mengikutinya dari belakang.

“naik motor ini tidak apa kan?”tanya nya sambil menaiki motor besarnya. “apa aku tidak merepotkanmu?”tanyaku. “tidak, lagian kau kan sudah menjadi guruku haha, ayo naik”katanya. “em, baiklah”kataku lalu aku menaikki motor besar itu.

**Jongin Pov**

“em, baiklah”katanya sambil menaiki motorku. Entah apa yg kurasakan tapi saat dia menaiki motorku rasanya jantungku seperti mau meledak, bahkan aku ingin jika dia memelukku dari belakang.  Akh, perasaan apa ini. Apa aku menyukainya? Akh mana mungkin..

**Ji Min Pov**

Saat aku menaiki motornya itu. Aku bingung sangat, aku berasa seperti sednag terbang tinggi dan tidak bisa turun. Rasanya aku seperti ingin memeluknya dari belakang. Ah, Tuhan apa yg sedna kurasakan saat ini? Apa aku menyukainya? Ah tentu tidak mungkin.
**Author Pov**

Terlihat sebuah sepeda motor berhenti di depan rumah yg terlihat sederhana. “ini rumahmu?”tanya jongin kepada ji min. “ya”jawabnya lalu turun dari motor jongin. “kenapa? Kecil ya.. tidak sebesar rumahmukan?”lanjut jimin. “tidak rumahmu terlihat lebih hangat dari rumahku”jawab jongin. “EONNI..”panggil seorang anak kecil dari depan rumah ji min. “oh, Jang Mi. Apa kau belum tidur??”tanya jimin kepada anak kecil tadi yg ternyata adik ji min. “belum aku menunggu eonni”jawabnya lalu melihat ke arah kai. “dia apakah? Dia pacar eonni??”tanyanya. “bukan, dia temanku. Kenapa??”tanya jimin. “aku Jang Jang Min”katanya lalu menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. “aku Kim Jongin, panggil saja aku Kai Oppa, nee”jawab kai sok manis sambil menyambut jabat tangan jang mi. “umurku 12 tahun”kata jangmi. “tunggu aku 6 tahun lagi ya,,.. oppa lalu jadikan aku yeojachingumu”lanjut jangmi polos yg langsung di bekap mulutnya oleh eonninya. “jangan dengarkan dia jonginah.. pulanglah,, lupakan semuanya. Oke”kata ji min lalu menarik adiknya untuk masuk kedalam rumah. “nee, aku pulang ya..  jimin  jang mi annyeong..”kata kai sambil melambaikan tangannya. “oppa, annyeong”sambit jangmi saat bisa melepaskan bekapan eonninya. “eonni, kau ini apa-apaan sih, kau bilang dia bukan namjachingumu”gerutu jangmi. “tapi kau membuatku malu tau”jawab jimin.

=Keesokan Harinya=

“Nah.. selesai”kata jongin sambil menaruh sebuah tulisan di meja didekatnya. “jangan duduk sini, ya..”kata kai sambil mengelus-elus kertas yg tadi dia tempel. “ah baiklah”jawab yeoja itu sambil membaca tulisan dikertas tadi ‘TEMPAT DUDUK JANG JIMIN!! Jangan di tempati!!’. Lalu jimin datang dan masuk kelas dengan senyum tapi senyum itu memudar saat dia membaca tulisan yg ada di sebelah meja kai. “YAK!! KIM JONGIN!!”teriak jimin dg menyipitkan matanya tajam. “wae?”jawab jongin yg duduk manis di tempat duduknya dan pura-pura membaca buku. “Apa yg kau lakukan?”tanya jimin dg berjalan mendekati jongin. “aku? Kau tidak lihat aku sedang membaca??”jawab jongin santai. “em... membaca, yya.. baiklah apa yg kau baca?”tanya jimin lagi. “ya, buku lah,... apa lagi??”jawab kai masih dengan gaya nya tadi. “dasar babo!!”kata jimin sambil menaruh tasnya di meja yg tadi kai beri kertas dengan kasar. Karna sebenarnya jimin tidak mau duduk bersebelahan dengan kai. **KRING** lalu guru pun masuk. Tapi, kai masih dengan posisi yg tadi. “Tuan Kim Jongin, apa kau membaca buku dengan tebalik?”tanya guru itu. Lalu disambut dengan tawa semua murid yg ada dikelas itu. “ah,,”lalu kai menaruh bukunya dn berbisik ke sehun yg ada dibelakangnya “kenapa kau tidak memberitahuku?”. “aku juga tidak tahu.. bukankah aku ada di belakangmu..”jawab sehun.

=2 bulan kemudian=

Tak terasa 2 bulan sudah berlalu sejak jimin mendaji guru les kai. Mereka tidak hanya belajar dirumah kai, terkadang mereka belajar dirumah jimin, dan di caffe. Ternyata jimin mengajari kai tidak sia-sia. Buktinya nilai-nilai kai sekarang meningkat drastis. Bahkan suho pun sekarang sudah mengakui kai lagi. Dan tak terasa juga selama satu bulan ini Kai dan Jimin menjadi dekat bahkan ada gosip disekolah jika mereka berpacaran tapi, mereka tidak menghiraukan itu. Dan hari ini adalah hari pertama ujian 2 bulan sekali yg rutin diadakan oleh sekolah mereka. “Jimin fighting!!”kata kai dengan mengepalkan tangannya pada jimin yg ada disebelahnya. “kau juga”kata jimin kepada kai lalu juga mengepalkan tangannya. Dan ujian di hari pertama pun selesai.

**Jimin Pov**

Hari ini adalah hari pertama ujian. Aku penasaran apakan jongin bisa mengerjakannya? Hahaha. Tapi nilainya sekarang adalah sainganku, seharusnya dulu aku tidak usah membantunya agar aku tidak mendapat saingan,, haha.. “jongin, bagaimana ujianmu?”tanyaku padanya saat pulang seusai ujian. “lumayan, tidak begitu susah.. bagaimana denganmu??”tanya.nya balik kepadaku. “sama”jawabku dengan malu-malu. Lalu kita pulang bersama dan aku pun diantar oleh jongin seperti biasa. Selama ini aku sering diantar bahkan dijemput dengannya.. hahaha..

**Jongin Pov**

“jongin, bagaimana ujianmu?”tanyanya padaku. “lumayan, tidak begitu susah.. bagaimana denganmu??”jawabku. “sama”. Kau  tahu, sejak saat aku mulai mengenalnya lebih lagi, rasanya aku selalu ingin melihatnya. Selalu ingin berada didekatnya. Bahkan pernah saat itu aku sedang sakit dan tidak bisa berangkat sekolah lalu dia menelphoneku. “Babo!! Kenapa kau hujan-hujanan.. panaskan. Bagaimana ini.. jika kau sakit, kau akan ketinggalan pelajaran babo!! Dasar kim jongin” celotehnya dulu saat aku sedang sakit. Entah kenapa aku suka saat dia marah, saat dia mengatakanku Babo, aku menyukai itu. Terkadang saat aku memikirkannya aku juga berpikir ‘apa aku menyukainya?’ tapi pertanyaan itu selalu saja aku sangkal. Tapi jika aku tidak menyukainya kenapa setiap aku didekatnya jantungku ini terasa lebih cepat berdetak.

**Author Pov**

Lalu mereka pun sampai di depan rumah jimin. “gomawo, jongin-ah”kata jimin sambil turun dari motor kai. “nee”kata kai.

Tak terasa sudah seminggu mereka melaksanakan ujian bulanan itu. Dan ini adalah harinya dimana mereka mengetahui nilai mereka. Semua murid mengerumuni papan nilai termasuk juga kai dan jimin. Mereka sama-sama melihat nilai mereka.

**Jimin Pov**

Saat kulihat nilainya dari peringkat ke-100. Dan wah, bukan jongin lagi. Lalu aku naik dan mataku melihat nama KIM JONGIN. Dan kau tahu diperingkat berapa dia??

**Jongin Pov**

Saat kulihat papan nilanya aku mulai melihat dari bawah. Dan peringkat ke-100 bukan aku lagi,, yeah. Lalu aku melihat namaku KIM JONGIN yang tepat berada dibawah nama JANG JI MIN.. dan MWO?? Aku peringkat ke-2.. woah, aku senang dan lebih senangnya lagi dia masih bisa mempertahankan peringkatnya. Jimin selamat..

**Jimin Pov**

“Jongin.. Selamat”kataku sambil tersenyum. “kau juga selamat ya..”katanya sambil tersenyum juga. Entah kenapa semenjak aku mulai lebih lagi mengenalnya aku lebih sering melihat senyum manisnya. Bahakan aku ingin lebih sering melihatnya. Hahaha.. apa aku menyukainya??..  ya, mungkin saja.. Jongin lah yg membuat hidupku menjadi berubah. Membuat hidupku menjadi lebih berarti dan dia juga yang sudah membuatku tahu enaknya untuk berbagi. Dia yang membuat sifatku yang dulu aku hanya meremehkan org-org bodoh. Sekarang aku menjadi lebih dekat dengan mereka karna Jongin. Dan aku berharap dengan ini. Jongin yang dulu akan kembali. Haha..

**Jongin Pov**

Saat dia mengucapkan “jongin.. selamat”. Kutatap matanya, ya. Matanya sangat indah seakan matanya itu berkata bahwa aku menyukaimu kim jongin. Tapi, apakah aku sendang terbang (ngefly)? Atau aku sedang berandai-andai jika dia menyukaiku.. haha, dasar kimjongin..  kau memang benar-benar babo. Tapi, sepertinya aku memang menyukainya bagaimana jika aku menyatakan perasaanku? Itu pasti sangat bagus. “Jimin-ah.. kkaja”ajak ku. Lalu menariknya untuk pergi ketaman sekolah.

**Author Pov**

Lalu mereka berdua pergi ke taman. “ada apa??”tanya jimin sambil menatap kai yang sedang membelakanginya. Lalu kai berbalik menatap jimin dan memegang tangannya “Jang Jimin”kata kai.

**Jimin pov**

Lalu dia berbalik menatapku dan memegang tanganku. “Jang Jimin”katanya. Saat dia menatapku bahkan memegang tangaku rasanya jantung ku ingin meledak. Entah kenapa dan apa perasaan ini. Apa aku benar-benar menyukainya?? “nee”jawabku sambil menuntukkan kepalaku karna malu.

**Jongin Pov**

“Jang Jimin” panggilku dengan menatapnya dan memegang tangannya. Rasanya aku segera ingin memeluknya. “nee”jawabnya dengan menundukkan kepalanya. “bolehkah aku mengatakan sesuatu??”tanyaku tapi dia hanya diam saja dan mengangguk. “Jang Jimin aku... menyukaimu”kataku lalu dia medongakkan kepalanya. Ya, mungkin kaget. “murago?”tanya nya. “nona Jang..”panggilku sambil tersenyum dan tetap menatapnya bahkan aku memper-erat gengamanku “aku menyukaimu saranghae”kata ku lalu memeluknya karna sudah tidak tahan “nado”jawabnya pelan.

**Jimin pov**

“nona Jang..”panggilnya sambil tersenyum dan tetap menatapku. “aku menyukaimu saranghae”katanya lalu memelukku. Aku pun juga balik memeluknya dan menjawab “nado” dengan pelan. Sontak dia melepaskan pelukannya dan bertanya “apa katamu?”tanyanya. “nado kim jongin, aku juga meyukaimu, nado saranghae kim jongin babo”kataku lalu tersenyum.

**Author Pov**

“apa kau masih memanggilku babo, walaupun aku sudah berperingkat 2 huh??”tanya kai. “ah,, baiklah. Kau ingin aku memanggilmu kai. Iyakan.. itukan nama bekenmu.. haha kai-yah”. “tapi sepertinya aneh jika kau ucapkan. Kau memanggilku kimjongin babo juga tidak apa-apa”kata kai lalu tersenyum. “jadi sekarang kau namjachinguku kan??”tanya jimin dengan malu-malu. “ah.. iya.. kau yoejaku.. jangan dekat-dekat dengan namja lain nee..”katanya lalu memelukku lagi. “jongin-ah, aku kan sudah mengajarimu belajar. Kau mau mengajariku menarikan??”tanya jimin dalam pelukan kai. “apa yg tidak untuk mu changi” lalu kai mencium pucuk kepala jimin.

**TAMAT**

nb: maaf kalo gaje, dan gak nyambung maklum ff pertama hehe. maaf juga ya, kalo ada yang salah-salah tulisan.. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar