Sabtu, 30 Agustus 2014

Kelebihan dan Kekurangan Internet



Tentunya dalam dunia Internet terdapat banyak sekali kelebihan dan kekurangan tergantung dari bagaimana kita ingin mengaksesnya..:
Berikut ini adalah 10 kelebihan dan kekurangan dalam Internet :
1. HIBURAN
Teknologi internet dan new media memberikan banyak kemudahan untuk pengguna nya dalam menikmati hiburan , diantaranya adalah situs Game Online. dengan situs ini user bisa bermain game secara universal dengan seluruh pemain lain didunia.
Kelebihan : Bisa menghilangkan kejenuhan pengguna nya dan bisa mengasah kemampuan berstrategi dalam berpikir.

2. MEDIA SOSIAL
Mungkin dibidang ini adalah salah satu teknologi internet yang paling banyak pengguna nya , banyak sekali situs penyedia jejaring sosial seperti : Facebook,Twiter,skype,dan masih banyak lagi. disebut sosial karena dengan teknologi ini anda dapat Bersosialisasi bersama banyak orang yang andal kenal bahkan belum anda kenal dengan hanya berkenalan via dunia maya.
Kelebihan : Memudahkan anda berkomunikasi dengan teman bahkan saudara anda yang jaraknya mungkin jauh dari tempat tinggal anda,juga dapat bertukar pengalaman informasi dsb,dapat membuat anda bisa berteman dengan siapapun diseluruh dunia tanpa batas negara.

3. EDUKASI
Banyak sekali Pendidikan yang didapat via internet , mulai dari wikipedia.com dsb. Internet dapat membuat pengguna nya cerdas jika Pengguna nya menggunakan nya untuk mencari pendidikan yang positif, sebaliknya internet dapat membuat pengguna nya bodoh jika kita negatif dalam mencari pendidikan via internet.

Kelebihan : Menambah wawasan pengguna nya,memudahkan siapapun untuk belajar via dunia maya dengan instan. ringkas padat dan jelas.

4. INFORMASI
Di internet bukan hanya 1 atau 2 penyedia layanan infomasi tetapi sangatlah banyak sekali, mulai dari kompas.com,yahoo.com,viva news dsb. mulai dari informasi gaya hidup,pendidikan,tempat wisata,kesehatan semuanya tersedia di internet

Kelebihan : Membuat pengguna nya cepat menerima informasi terbaru tanpa harus menunggu acara berita ditelevisi dsb, dan juga dapat menambah wawasan dari seluruh dunia,karena sangat banyak sekali situs Informasi dari seluruh Dunia.


5. AKSES 24 JAM
Akses informasi di Internet tidak dibatasi waktu, karena dengan lingkup global, dunia maya yang dihadirkan ‘tidak pernah tidur’.. Responden penelitian yang dilakukan lewat Internet bisa memberikan respon atau jawaban sesuai dengan kondisi dan situasi yang dikehendaki masing-masing individu.

6. KECEPATAN
Bila dibandingkan dengan sumber data tradisional, riset melalui Internet jauh lebih cepat, karena bersifat real-time. Kita tinggal mengkilk berbagal icon, selanjutnya tinggal menunggu hasil (tentunya tergantung pada fasilitas modem dan ISP atau Internet Service Provicer yang dipergunakan) lebih cepat dan lebih murah.



7. KENYAMANAN
Peneliti lewat Internet tidak harus menghadapi berbagai persoalan birokratis, seperti ijin dari berbagai instansi untuk keperluan peilgumpulan data, ‘kerahasiaan’ informasi, dan keharusan untuk datang sendirl keinstansi bersangkutan. Selain itu, berbagai fitur (features) yang dirancang khusus dan user-ftiendly sangat memudahkan peneliti mengakses berbagal situs Internet.

8. KEMUDAHAN AKSES
Menjamurnya bisnis warnet (warung Internet) di Indonesia (khususnya di kota-kota besar) membuat akses terhadap Internet menjadi lebih mudah. Persaingan antarwarnet dalam hal harga, kecepatan akses, dan fasilitas pendukung lainnya membuat para pengguna Internet lebih nyaman dan mudah memanfaatkan Internet untuk keperluan riset maupun tujuan lainnya.

9. INTERAKTIVITAS dan FLEKSIBILITAS
Dalam dunia internet komunikasi dengan pengguna di belahan dunia, dapat anda lakukan tanpa batas ruang dan waktu. Komunikasi yang anda lakukan dapat secara interaktif, misalnya dengan fasilitas chatting. Di samping itu anda dapat mengikuti informasi perkembangan terbaru, misalnya dalam bisnis secara fleksibel dan dapat dikomunikasikan dengan pengguna lain. Di samping keunggulan seperti tersebut di atas, internet juga mempunyai kelemahan. Kelemahan tersebut tergantung dari sudut pandang setiap pengguna dan bersifat relatif.

10. SARANA KOMUNIKASI MURAH 
Dibandingkan dengan komunikasi canggih abad ini, internet adalah sarana komunikasi paling murah dengan efektifitas cukup tinggi. Jika Anda harus merogoh ribuan dollar untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar negeri via handphone, dengan internet hanya butuh uang receh. Bisa komunikasi suara, teks bahkan video live.

Itulah 10 dari sekian banyak tentang penjelasan Kelebihan dalam dunia Internet.
Tentunya masih banyak lagi kelebihan-kelebihan dari Internet..

Berikut adalah 10 Kekurangan dari Internet.:


1. KETERGANTUNGAN PADA JARINGAN TELEPON dan INTERNET SERVICE      PROVIDER. (ISP)
Fasilitas jaringan telepon dan ISP sangat berpengaruh terhadap biaya pemakaian Internet dan kemungkinan akses secara keseluruhan. Hingga saat ini, biaya penggunaan Internet di Indonesia masih relatif mahal, karena tarif telepon ditentukan berdasarkan pulsa yang digunakan, bukannya atas dasar jumlah panggilan (number of calls). Selain itu, saluran telepon di Indonesia masih relatif lambat, yang pada gilirannya menyebabkan waktu akses menjadi lebib lama dan biaya akses menjadi mahal. Sementara itu, terbatasnya bandwidth sistem transmisi yang disediakan ISP dan banyaknya pelanggan yang mengakses pada waktu bersamaan memperparah akses terhadap Internet.

2. SELEKTIVITAS dan ANONIMITAS
Salah satu persoalan dalam riset lewat Internet adalah sulitnya mengidentifikasi identitas responden. Setiap orang, termasuk yang bukan target respon, bisa mengisi kuesioner secara on-line tanpa bisa dicegah atau dibatasi. Belum lagi -adanya kenyataan bahwa setiap orang bisa memiliki sejumlah alamat e-mail berbeda dan belum tentu menggunakan identitas asli. Semua ini membuat riset secara on-line harus benar-benar selektif dalam menentukan sampling dan cara responden memberikan jawaban.

3. KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS PEMAKAI INTERNET
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Internet lebih efektif untuk menjangkau responden yang termasuk kelompok berdaya beli atau berpenghasilan dan berpendidikan relatif tinggi. Dengan demikian Internet kurang efektif bagi penelitian yang kelompok sampeinya adalah masyarakat golongan menengah ke bawah.

4. CLUTTER dan “NEVER-ENDING SEARCH”
Informasi yang tersedia di Internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya dibutuhkan. Pencarian tanpa strategi khusus bisa diibaratkan mencari jarum’ * dalam jerami, sehingga sang peneliti ‘terjerumus’ ke dalam belantara informasi tanpa ujung. Ini
sering membuat peneliti pemula di Internet mengalami frustrasi, karena bukannya mendapatkan informasi, tet.api justr’u menghabiskan waktu dan uang untuk pencarian yang tak tentu arah. Selain itu, godaan di Internet relatif amat besar, terutama bagi mereka yang suka menelusuri situs-situs pornografi, yang ujung-ujungnya membuat pencarian informasi menjadi tidak efektif dan lepas kendali.

5. RELIABILITAS dan VALIDITAS SUMBER ACUAN HASIL RISET
Setiap orang bebas membuka homepage sendiri dan menampilkan berbagai informasi di sana. Implikasinya, tidak semua data dan informasi yang didapatkan lewat Internet andal dan valid untuk dijadikan acuan dalam penelitian. Selain itu, sumber informasi di Internet mudah berubah, misainya homepage yang telah berubah atau bahkan sudah tidak ada lagi. Akibatnya, peneliti harus selalu mencermati perubahan tersebut bila mengutip sumber bersangkutan.

6. VIRUS
Salah satu masalah yang juga tak kalah peliknya adalah risiko terkena virus komputer yang mudah menyebar lewat jaringan Internet, baik lewat e-mail maupun file-file yang di-download. virus ini biasanya merusak sistem komputer dan tidak jarang komputer tersebut rusak.

7. TIDAK ADA FILTER YANG TANGGUH
Banyak yang mencoba memfilter informasi di internet, namun kenyataannya hal itu tidak bisa dengan mudah menyingkirkan informasi yang membahayakan atau tidak pantas. Sejauh ini tidak ada filter yang tangguh untuk memfilter internet dari pornografi dan pembajakan.

8. PENGAWASAN HUKUM MASIH LEMAH
SOPA PIPA negara adidaya pun keder di mata kebebasan internet. Kebijakan atas nama perlindungan karya ini tidak mampu membendung pelanggaran hak cipta. Pengawasan hukum pun masih sangat lemah karena belum adanya kesepatakan dan kesepahaman antar pengguna Internet tentang kebebasan.

9. PRIVASI MUDAH DI BOBOL
Masih ingat kasus tabu artis beberapa tahun lalu? Inilah ruang privasi yang terpublikasi tanpa tedeng aling-aling dengan cepat menyebar dan menjalar ke seluruh publik yang ujung-ujungnya merugikan semua pihak.
10. INFORMASI PALSU DI MANA-MANA (HOAX)
Ada milyaran informasi di jagad maya, namun Anda harus bijak memilah informasi tersebut dengan klarifikasi ke situs-situs lain karena bisa saja informasi yang Anda anggap benar tersebut adalah HOAX atau palsu belaka.

Rabu, 27 Agustus 2014

Lirik Lagu Wendy "Because I Love You" [OST. MIMI]


changgae bureooneun gaeulbarameun 
teong bin maeumeul seuchyeo ganeunde
chagawojin byeoge gidaeeomeolli 

balgaoneun saebyeokhaneul baraboayo

bogo sipjiman gakkai gal su eobseo
ijen geudae gyeoteul tteonagaya hae
oerowosseotdeon naui memareun geu du nune

keugo ttatteutan sarangeul jueotdeon

geudae gyeoteul ije tteonaneun geoseul 
huhoehaljido moreujiman 
geudael saranghagi ttaemuniya

geudaemaneul saranghaneun geol 

ijeul suneun eobtjiman 
seulpeum soge geudael jiwoyaman hae

nunbusin haessal arae 
manheun saramdeureun 
useum jieumyeo geotgo itjiman
chagapgeman neukkyeojineun 

gaeul haneulcheoreom on sesangi 
natseolge boyeo

saranghajiman tteonal subakke eobseo 
jigeum i sungani neomu himdeureo
eoduwotjiman naneun al su isseosseo 

geudae nungae heureuneun nunmureul

nan geudaeege sangcheomaneul jujiman 
eonjengan nae maeumeul ihaehal su itgetji

geudae gyeoteul ije tteonaneun geoseul 
huhoehaljido moreujiman 
geudael saranghagi ttaemuniya

geudaemaneul saranghaneun geol 

ijeul suneun eobtjiman 
seulpeum soge geudael jiwoyaman

geudae gyeoteul ije tteonaneun geoseul 
huhoehaljido moreujiman 
geudael saranghagi ttaemuniya

geudaemaneul saranghaneun geol 

ijeul suneun eobtjiman 
saranghaneun geudaeyeo annyeong

"Saranghae Choi Na Rin" [Part 3]




Tittle                     : “Saranghae Choi Na Rin” (*Part 3*)
Author                  : Stefhany Kim
Genre                   : Family, Romance, School
Main Cast            : - Park Chanyeol
                                : - Choi Na Rin
                                : - Oh Sehun
Other Cast          : - EXOK member
                                : - Park Hye Ah
                                : - Choi Yo Ra / Yora Choi
                                : - Choi Jung Wo
                                : - Lee Seon Hwa
Rating                   : ??
Lenght                  : Chaptered


**Review The Last Part**

“kita mau kemana sih??”tanyaku kepada oppa. “bertemu dg namja yg akan di jodohkan denganmu”jawab oppaku enteng. “ohh..(*wait a second*).. WHAT NAMJA?? NO NONO!! ANDWE OPPA!!”kata ku sambil memelototkan mataku. “tapi, ini appa yg menyuruh jadi mana mungkin aku menyangkalnya, aigoo”katanya sambil mengelus-elus puncak kepalaku. “yak... memangnya siapa dia?”tanyaku sambil memanyunkan mulutku. “yang pasti dia tinggi, putih, dan... tampan”. Tunggu sebentar.. TINGGI? Chanyeol sunbae juga tinggi. PUTIH? Chanyeol Sunbae juga putih. TAMPAN? Menurutku dia tampan.. hah jangan-jangan itu chanyeol sunbae... hah bagaimana ini jika dia memang chanyeol sunbae. “Na Rin”.  “Nee”. “apa kau sedang membayangkannya??”. “yak.. oppa. Tapi apa dia..” tanya ku tersendat. “ah,.. aniyo..ani”lanjutku.. “ah, kita sampai”.

“itu dia”. Ku lihat namja itu dari jauh, sepertinya aku pernah melihatnya. MWO?? DIA?? NAMJA ITU??

**Part 3**

OH SEHUN????. “Na Rin-ah, gwenchanhayo?”. “ku tatap mata kakak ku dg penuh melas “bisakah aku melarikan diri?”. “ Tuan Choi Jung Woo” panggil seorang ajushi, yg ada di sebelah Sehun. Ku pikir dia ayahnya. “annyeonghaseo Oh sangjanim”. Lalu kita duduk berhadapan dg mereka, tentu saja ku berhadapan dengan Sehun. “apa dia adik mu yg dari amerika itu? Dia sangat cantik” puji Oh Sajangnim “Kamsa  hamnida” jawabku sambil menyilakkan rambutku. “nee, apa dia putra tunggal mu itu Oh Sehun?”tanya balik oppa. “nee, bagaimana apa dia tampan? Haha”tanya ajushi itu sambil bercanda. “nee,, dia sangat tampan bukankah begitu Na Rin-ah??”tanya oppaku sambil melirikku. “ah nee..”jawabku dg senyum terpaksaku. “jadi bagaimana ini, apa kalian menyetujuinya??”tanya ajushi ayah sehun itu. “mwo? Uhuk-uhuk”. “joengsong-hamnida”ucap oppa ku. “aku akan memikirkannya appa, hyung”jawab sehun. “ah begitu, kau Na rin?”tanya oppa ku. NA? Jika aku harus menjawab dengan jujur aku akan berkata ‘ANIO oppa, aku tidak bisa, mianhaeyo’. “Na? Em, aku belum menjawabnya sekarang ajushi, oppa. Mianida”jawabku singkat. “ah jadi begitu, kalau begitu hari ini kalian kenalan dulu saja”kata oppaku. “aku sudah mengenalnya hyung. Dia satu kelas denganku”jawab Sehun ditambah dg senyumnya yg polos.

_SKIP   TIME_

=di dalam mobil perjalanan pulang=

“Choi Na Rin”. “hmm”. “apa kau menyukai namja itu??”tanya oppan ku. “MWO?? Menukainya? Its imposible”jawabku. “Really?”. “apa muka ku ini kurang meyakinkan. Sepertinya aku sudah menyuakai orang lain” jawabku ketus. “siapa dia? Apa dia orang korea? Atau jangan-jangan kau sudah punya pacar? Siapa dia?? Namja kan? Atau jangan-jangan YEOJA??huh??. “yak,, oppa apa kau gila. Mana mungkin aku menyukai yeoja, aku ini masih normal. Dan satu aku sama sekali belum pernah pacaran sama sekali”. “Jinja”. “Oppa”. “aigoo” katanya sambil mnegelus-elus rambutku. “lalu siapa dia?”lanjutnya. “dia Sunbae ku,”. “Sunbae? Apa aku tidak salah dengar? Ahk, seperti apa dia hingga bisa membuat adikku menyukainya? Apa dia putih? Tinggi? Tampan? Pintar tidak?” tanya oppa lagi. “ya dia sunbae ku. Saat kau tadi bilang ciri-ciri sehun. Aku hampir mengiranya chanyeol sunbae”jawabku. “MWO? Park Chanyeol yg tahun kemarin mendapatkan juara 1 di Hannyoung High School? Kau menyukai anak tuan Park?”. “memang kenapa jika aku menyukainya?? Apa salah?” tanyaku balik. “tapi bisakah kau menyetujui perjodohan itu, appa sangat menginginkan tentang perjodohan itu”. “oppa, bisakah aku hidup dengan sesukaku? Bisakah aku memilih cintaku sendiri? Bisakah aku tidak usah di ikuti oleh bodyguar2 itu? bisakah aku menentukan masa depanku sendiri? Huh?” tanyaku sambil meninggikan suaraku. “dan bisakah kau bertanya tanpa kata bisakah?” tanya balik oppaku dg lebih meninggikan suaranya. “hentikan mobilnya!”. **CITT** “kau mau turunkan? Turunlah”kata oppaku ketus. Lalu aku keluar dari mobil. **BRAK** ku tutup pintu mobilnya dg keras. Lalu oppaku meninggalkanku. Tak terasa butiran-butiran lembut berjatuhan di pipiku. “aku benci kalian!! Aku tidak suka di jodohkan kalian tahu? Huh? Appa, Oppa, Eonni. Bisakah kalian lebih mengerti aku??.... Eomma .... Boggoshipeoyo” teriakku di pinggir jalan.

**Chanyeol Pov**

“eomma.. Boggoshipeoyo”.. Narin-ah? Apa itu na rin? Kenapa dia menangis? Apa dia sedang sedih? Apa dia sedang ada masalah? Kenapa dia?.  “Choi-----Na-----Rin?” panggil ku terbata-bata takut salah. “Se.. Sun.. Sunbae?” panggilnya lagi sambil berlari ke arahku dan. WHAT dia memelukku? Rasanya jantungku mau copot. “Sunbae, bolehkan aku memelukmu seperti ini. Sebentar saja”. “sesukamu”#Modus(*Author Pe-a*)#.  “apa hanya aku orang yg paling tidak bebas di dunia ini?”tanya.nya. apa yang sedang terjadi ada apa denganya. Dan kenapa aku jadi mengkhawatirkannya. Siapa dia , siapa aku. Dia siapaku . aku siapanya? (*Author Pe-a #chanyeol ketularan Lay#*). “sunbae”panggilnya sambil melepaskan pelukkannnya. “Gomawo”lanjutnya lalu pergi meninggalkan aku dg berjalan. “Na Rin, tunggu”teriakku tanpa sadar. Lalu aku mengejarnya. “kau mau kemana??”tanyaku sambil memasukkan tangaku ke dalam jaket karna dingin. “dingin??” tanyaku tapi dia hanya menengokku. “apa kau tidak mau menjawab pertanyaan subaemu huh??”tanyaku lembut. “sunbae, bisakah kau mengantarkanku ke tempat yang tenang?” tanyanya dengan nada melas. “tapi, aku tidak bawa mobil atau motor. Apa tidak apa. Naik bus??”. “tak apa sunbae”.

=di Bus=

**Na Rin Pov**

“Na Rin-ah, berdiri. Tak apa kan?”tanya chanyeol sunbae kepada ku sambil tersenyum. Entah kenapa aku mulai nyaman dengannya apa jangan-jangan aku memang meyukainya(*Author pe’a lagi.. org tadi Na rin udah bilang kalu dia suka chanyeol ko*). “gwenchanha sunbae”jawabku. Dan kami berdua pun berdiri saat menaiki bus. **CIT** “ah” desahku saat aku serasa menabrak sebuah dada yang bidang. Terasa sebuah tangan mendekapku. “gwenchanhayo?”tanya chanyeol sunbae. Ah suaranya terdengar lebih enak di telingaku.  “gwenchanhayo sun---bae”. “oh mianhae” katanya saat ia sadar dia sedang mendekapku.

**Chanyeol Pov**

“gwenchanhayo sun---bae”. “oh mianhae” kataku karna sadar aku tak sengaja mendekapnya. “eh... disini”teriakku lalu keluar dari bus mendului Na Rin.

“Na Rin-ah” panggilku. “Nee, sunbae”jawabnya manis. “ah, bisakah kau tidak memanggilku SUNBAE? Aku jadi kelihatan sangat lebih tua darimu”. “ahh, lalu aku harus memanggilmu apa? Hyung? Eonni? Noona? Oppa? Appa? Eomma?” tanya nya yang sudah mulai tersirat senyumnya lagi. “oppa.. Chanyeol oppa? Eotte??”jawabku. “oppa? Oke.”

**Na Rin Pov**

“oppa.. Chanyeol oppa? Eotte??”. OPPA? Oke oke.. aku sangat menginginkannya untuk memanggilmu oppa,, Sunbae. “oppa? Oke”.

**Author Pov**

Terlihat dua buah pasang kaki sedang menanjaki jalan di atas bukit yg tidak diketahui namanya itu. “apa sudah dekat?”. “kau capek?”. “ani, oppa”. “ah, itu dia. Kita sudah sampai”.

**Na Rin Pov**

“ah itu kita sudah sampai” kata chanyeol oppa. “disini?” tanyaku sambil mengarahkan pandanganku ke chanyeol oppa. “lihatlah kesana”. Ku lihat pemandangan yang di sekelilingku. Woah, apa aku mimpi ini sangat indah. Sangat sangat indah. “AAAAAAAAAA” teriak chanyeol oppa dari sampingku. “Cobalah itu sangat melegakan”. Jinja? Aku blm pernah mencobanya. “AAAAAAAA,.. APPA, OPPA, EONNI AKU BENCI KALIAN!! KALIAN MENYEBALKAN!!” teriakku lalu kau mengadap lagi ke chanyeol oppa “lega kan??”. “apa boleh lagi??”tanyaku. “silahkan sesukamu”. “BISAKAH AKU BEBAS UNTUK SATU HARI  HUH?? BISAKAH AKU TIDAK DI ATUR-ATUR OPPA? APPA? EONNI? HUH... OMMA BBOGGOSHIPEOYO”. Lalu aku ikutan duduk dengan chanyeol oppa di rumput di bukit itu. “ah Na Rin-ah, bolehkan aku bertanya?”. “ahk, aku tahu..”jawabku sambil menghembuskan nafas dg kasar. “hari ini aku bertemu dengan orang yang akan di jodohkan dg ku. Dan kau tahu siapa dia? Dia Oh Sehun” jawabku sambil mengingat-ingat lagi kejadian tadi. “Mwo? Sehun-a?” tanya nya kaget.

**Chanyeol Pov**

“hari ini aku bertemu dengan orang yang akan di jodohkan dg ku. Dan kau tahu siapa dia? Dia Oh Sehun”. “Mwo? Sehun-a?” tanya nya ku kaget. Sehun? Apa aku tidak salah dengar. Jika dia akan di jodohkan dg ‘Oh Sehun’ seorang putra tunggal dari tuan Oh pemilih Seoul Departemen Store (*Author Alay #abaikan*) maka bisa ku pastikan dia adalah putri bungsu tuan Choi pemilik Hannyoung Group. “lalu”lanjutku hanya untuk basa-basi. “tentu saja aku tidak suka, aku kan blm mengenalnya. Dan lagi Appaku, Oppaku, dan Eonniku selalu mengaturku untuk itu, untuk ini, jangan itu, jangan ini. Aku jadi sebal dengan mereka”. “Na Rin-ah, sebentar. Jika kau adalah orang yg dijodohkan dg pewaris tunggal Seoul Departemen Store, maka kau adalah Putri bungsu Hannyoung Group. Benarkah itu?”tanyaku. “wah, ternyata benar kata oppaku kau pintar. Pantas saja tahun kemarin ku mendapatkan juara umum. Belum ku beri tahu saja kau sudah tau. Tteba” katanya setelah mendengar pernyataanku tadi. “ah, tidak juga. Hanya saja aku pernah mendengar ayahku berbicara bahwa anak tunggal Seoul Departemen Store akan di jodohkan dg putri bungsu tuan choi. Maka nya aku tau”jawabku santai. “ah begitu ya.. em. Oppa. Bisakah aku meminta sesuatu?”. “apa?”. “bisakah kau temani aku jika aku sedang ingin kemari?”. “sesukamu” jawabku sambil tersenyum kepadanya lalu mengalihkan pandanganku ke tempat lain. “Jinja? Gomawo Chanyeol oppa”. Ah, kenapa mataku selalu ingin meliriknya?. Tidak-tidak jangan sukai dia Chanyeol, dia akan menjadi milik sehun. Jangan sukai dia!! Ayolah chanyeol!! Common. “Oppa” pannggilnya membuyarkan pikiranku tadi. “hmmm” jawabku sambil melihat keatas untuk menghindari bertatap muka dengannya ataupu meliriknya. “bagaimana rasanya mempunyai Omma?”tanya.nya membuatku kaget. “wae?”. “aku kan sudah tidak punya eomma”jawabnya polos. “oh.. mian”kataku lalu mengalihkan pandangan keatasku tadi kepada mukanya yg polos. “kau tidak apa kan?maafkan aku aku tidak tahu” jwabku yang memang tidak tahu. “tak, apa..”jawabnya sambil tersenyum simpul. “jadi bagaimana oppa?” lanjutnya. “ahk, besok kapan-kapan kau akan ku ajak ke rumahku ku kenalkan kau dg ibukku. Akh, sudah sore, pulang yuuk” ajakku sambil melihat matanya yg menandakan ada kekecewaan disana. “ah, begitu ya.. kajja”katanya lalu kembali tersirat senyum lagi sambil  berdiri.

=dlm bus=

Kulirik Na rin yang sedang duduk di sebelahku. Terlihat dia hampir tertidur bahkan kepalanya hampir tekantuk besi di sebelahnya. Rasanya aku ingin untuk menyenderkan kepalanya di bahuku tapi, ya taulah malu gitu. **BUK** Mwo? Apa ini, dibahuku? Jangan-jangan kepalanya Na Rin lagi. Apa dia menyenderkan kepalanya itu di bahuku. Apa aku mimpi?. Yak Park Chanyeol hentikan itu, ingat Na Rin itu akan menjadi milik sehun. Tapi,saat ku lirik di bahu kananku. Ya benar.. dia menyenderkan kepalanya dibahuku.. ah Tuhan tolong Samber aku bledeg jika ini mimpi Tuhan. Ah tidak, ini tidak mimpi karna Tuhan tidak menyambarku dg bledeg.

_SKIP TIME_
=sudah mulai dekat rumah Na Rin=




**Author Pov**

“Na Rin-ah.. bangun ini sudah hampir sampai rumahmu”. “em.. apa? Rumah?(wait a minute)MWO? Rumah? Jam berapa sekarang oppa?”. “sudah hampir jam 7, wae?”.  “akh.. aku bisa-bisa dimarahi ini.. mati aku”. “kenapa?”. “sudah lah oppa kau tidak akan tahu”.

=Kediaman Keluarga Choi=

Seorang namja tinggi besar sedang mondar-mandir di ruang tamu dengan sesekali menaruh tangannya di jidat (*kaya gaya luhan lay si Showtime eps 2. Waktu niru.in kris nagis. Yg EXO-L pasti tau*) “Oppa, duduklah. Minum ini agar kau lebih tenang sedikit” kata seorang yeoja yang sedari tadi memperhatikan namja tadi yang sedang mondar-mandir. Siapa lagi mereka jika bukan kakak dari Na Rin. “bagaimana aku bisa tenang. Aku adalah orang yang bersamanya terakhir kal tadi. Dan mana mungkin aku bisa tenang jika adik kecilku sedang menghilang, tanpa membawa apapun”. “salahmu si oppa, siapa suruh kau menurunkannya di tengah jalan”. “Kau Ini” **TING TONG** bunyi bel ini menghentikan perdebatan kedua kakak beradik ini tadi. “Siapa?”. “Ah.. oppa, ini aku. Tolong bukakan gerbangnya. Cepat, aku kedinginan”. “Na Rin-ah, oke-oke.. akan ku bukakan”

=Waktu pintu gerbang kebuka=

“Na Rin” kata oppanya sambil berlari dan memeluk adiknya itu. “Park Chanyeol?” panggil eonninya. “annyeonghaseo. Aku hanya ingin mengantarkan Na Rin pulang dg selamat, karna dia sudah pulang dengan selamat. Maka aku pamit dulu Noona, Hyung”. “ah, Chanyeol. Bagaimana kau bisa bertemu adikku?”tanya Jong Won sambil melepaskan pelukannya ke adiknya tadi. “tadi aku tidak sengaja bertemu denganya” jawab Chanyeol santai lalu meninggalkan mereka bertiga. “benarkah begitu??”. “Nee oppa, dia bahkan mengajakku untuk melihat pemandangan di sini. Sangat indah” jawab Na Rin dengan senyumnya yang sumringah. “kau pasti sangat senang” ledek eonninya “yak eonni kau ini apa-apa.an sih..” “Bukankah aku juga sudah tahu, kenapa harus kau tutup-tutupi?”ledek oppanya gantian. “ih.. Oppa, kau ini” kara Na rin lalu memukul-mukul oppanya. “apa kau lapar?”tanya oppanya. “tidak, aku mau tidur saja”jawabnya lalu lari ke kamar. “ahk, anak itu”.

_SKIP TIME_

=keesokan harinya=

“huam..”. “baru bangun?”kata seorang perempuan sambil menyedakepkan tangannya di depan dada. “ah eonni annyeong” sapa na rin yg masih berantakan karna baru bangun. “ah.. jam berapa sih dekarang eonni?”tanya nya sambil masih menguap. “jam setengah tujuh. Kenapa?”. “MWO??kenapa eonni tidak membangunkanku, aku kan mau berangkat pagi”. “memangnya itu urusanku? Huh? Aku juga telat karenamu tau, cepat bangun mandi”. “nee”.

_SKIP_
=di sekolah=

“bersyukurlah karena kau naik mobilku”.
**Na Rin Pov**

“bersyukurlah kau naik mobilku”. Mwo bersyukur? Kenapa aku harus bersyukur? Aku juga bisa masuk tanpa harus naik mobilmu.. akh.. andai saja ku punya eonni yg sangat sayang dg ku sering mengajakku pergi-pergi.. shopping kek,, atau pergi ke busan.. namsan tower.. kemna gt.. huh dasar.. “Nee Gomawo eonni”jawabku yg langsung keluar dn menutup pintu dg keras.

=di lorong dkt kelas na rin=

Aku berlari karna takut telat.. lha kan emg aku udah telat.. tapi saat aku lari tiba-tiba “Choi Na Rin” panggil seorang dari arah ruang di sebelahku yg jika tdk salah adalah ruang musik. “Choi Na Rin, mau kemana kau?” tanya nya lagi. Lalu aku menengok ke arah suara itu dn  kudapati dia adalah seorang......

** To be Continue**