Rabu, 27 Agustus 2014

"Saranghae Choi Na Rin" [Part 3]




Tittle                     : “Saranghae Choi Na Rin” (*Part 3*)
Author                  : Stefhany Kim
Genre                   : Family, Romance, School
Main Cast            : - Park Chanyeol
                                : - Choi Na Rin
                                : - Oh Sehun
Other Cast          : - EXOK member
                                : - Park Hye Ah
                                : - Choi Yo Ra / Yora Choi
                                : - Choi Jung Wo
                                : - Lee Seon Hwa
Rating                   : ??
Lenght                  : Chaptered


**Review The Last Part**

“kita mau kemana sih??”tanyaku kepada oppa. “bertemu dg namja yg akan di jodohkan denganmu”jawab oppaku enteng. “ohh..(*wait a second*).. WHAT NAMJA?? NO NONO!! ANDWE OPPA!!”kata ku sambil memelototkan mataku. “tapi, ini appa yg menyuruh jadi mana mungkin aku menyangkalnya, aigoo”katanya sambil mengelus-elus puncak kepalaku. “yak... memangnya siapa dia?”tanyaku sambil memanyunkan mulutku. “yang pasti dia tinggi, putih, dan... tampan”. Tunggu sebentar.. TINGGI? Chanyeol sunbae juga tinggi. PUTIH? Chanyeol Sunbae juga putih. TAMPAN? Menurutku dia tampan.. hah jangan-jangan itu chanyeol sunbae... hah bagaimana ini jika dia memang chanyeol sunbae. “Na Rin”.  “Nee”. “apa kau sedang membayangkannya??”. “yak.. oppa. Tapi apa dia..” tanya ku tersendat. “ah,.. aniyo..ani”lanjutku.. “ah, kita sampai”.

“itu dia”. Ku lihat namja itu dari jauh, sepertinya aku pernah melihatnya. MWO?? DIA?? NAMJA ITU??

**Part 3**

OH SEHUN????. “Na Rin-ah, gwenchanhayo?”. “ku tatap mata kakak ku dg penuh melas “bisakah aku melarikan diri?”. “ Tuan Choi Jung Woo” panggil seorang ajushi, yg ada di sebelah Sehun. Ku pikir dia ayahnya. “annyeonghaseo Oh sangjanim”. Lalu kita duduk berhadapan dg mereka, tentu saja ku berhadapan dengan Sehun. “apa dia adik mu yg dari amerika itu? Dia sangat cantik” puji Oh Sajangnim “Kamsa  hamnida” jawabku sambil menyilakkan rambutku. “nee, apa dia putra tunggal mu itu Oh Sehun?”tanya balik oppa. “nee, bagaimana apa dia tampan? Haha”tanya ajushi itu sambil bercanda. “nee,, dia sangat tampan bukankah begitu Na Rin-ah??”tanya oppaku sambil melirikku. “ah nee..”jawabku dg senyum terpaksaku. “jadi bagaimana ini, apa kalian menyetujuinya??”tanya ajushi ayah sehun itu. “mwo? Uhuk-uhuk”. “joengsong-hamnida”ucap oppa ku. “aku akan memikirkannya appa, hyung”jawab sehun. “ah begitu, kau Na rin?”tanya oppa ku. NA? Jika aku harus menjawab dengan jujur aku akan berkata ‘ANIO oppa, aku tidak bisa, mianhaeyo’. “Na? Em, aku belum menjawabnya sekarang ajushi, oppa. Mianida”jawabku singkat. “ah jadi begitu, kalau begitu hari ini kalian kenalan dulu saja”kata oppaku. “aku sudah mengenalnya hyung. Dia satu kelas denganku”jawab Sehun ditambah dg senyumnya yg polos.

_SKIP   TIME_

=di dalam mobil perjalanan pulang=

“Choi Na Rin”. “hmm”. “apa kau menyukai namja itu??”tanya oppan ku. “MWO?? Menukainya? Its imposible”jawabku. “Really?”. “apa muka ku ini kurang meyakinkan. Sepertinya aku sudah menyuakai orang lain” jawabku ketus. “siapa dia? Apa dia orang korea? Atau jangan-jangan kau sudah punya pacar? Siapa dia?? Namja kan? Atau jangan-jangan YEOJA??huh??. “yak,, oppa apa kau gila. Mana mungkin aku menyukai yeoja, aku ini masih normal. Dan satu aku sama sekali belum pernah pacaran sama sekali”. “Jinja”. “Oppa”. “aigoo” katanya sambil mnegelus-elus rambutku. “lalu siapa dia?”lanjutnya. “dia Sunbae ku,”. “Sunbae? Apa aku tidak salah dengar? Ahk, seperti apa dia hingga bisa membuat adikku menyukainya? Apa dia putih? Tinggi? Tampan? Pintar tidak?” tanya oppa lagi. “ya dia sunbae ku. Saat kau tadi bilang ciri-ciri sehun. Aku hampir mengiranya chanyeol sunbae”jawabku. “MWO? Park Chanyeol yg tahun kemarin mendapatkan juara 1 di Hannyoung High School? Kau menyukai anak tuan Park?”. “memang kenapa jika aku menyukainya?? Apa salah?” tanyaku balik. “tapi bisakah kau menyetujui perjodohan itu, appa sangat menginginkan tentang perjodohan itu”. “oppa, bisakah aku hidup dengan sesukaku? Bisakah aku memilih cintaku sendiri? Bisakah aku tidak usah di ikuti oleh bodyguar2 itu? bisakah aku menentukan masa depanku sendiri? Huh?” tanyaku sambil meninggikan suaraku. “dan bisakah kau bertanya tanpa kata bisakah?” tanya balik oppaku dg lebih meninggikan suaranya. “hentikan mobilnya!”. **CITT** “kau mau turunkan? Turunlah”kata oppaku ketus. Lalu aku keluar dari mobil. **BRAK** ku tutup pintu mobilnya dg keras. Lalu oppaku meninggalkanku. Tak terasa butiran-butiran lembut berjatuhan di pipiku. “aku benci kalian!! Aku tidak suka di jodohkan kalian tahu? Huh? Appa, Oppa, Eonni. Bisakah kalian lebih mengerti aku??.... Eomma .... Boggoshipeoyo” teriakku di pinggir jalan.

**Chanyeol Pov**

“eomma.. Boggoshipeoyo”.. Narin-ah? Apa itu na rin? Kenapa dia menangis? Apa dia sedang sedih? Apa dia sedang ada masalah? Kenapa dia?.  “Choi-----Na-----Rin?” panggil ku terbata-bata takut salah. “Se.. Sun.. Sunbae?” panggilnya lagi sambil berlari ke arahku dan. WHAT dia memelukku? Rasanya jantungku mau copot. “Sunbae, bolehkan aku memelukmu seperti ini. Sebentar saja”. “sesukamu”#Modus(*Author Pe-a*)#.  “apa hanya aku orang yg paling tidak bebas di dunia ini?”tanya.nya. apa yang sedang terjadi ada apa denganya. Dan kenapa aku jadi mengkhawatirkannya. Siapa dia , siapa aku. Dia siapaku . aku siapanya? (*Author Pe-a #chanyeol ketularan Lay#*). “sunbae”panggilnya sambil melepaskan pelukkannnya. “Gomawo”lanjutnya lalu pergi meninggalkan aku dg berjalan. “Na Rin, tunggu”teriakku tanpa sadar. Lalu aku mengejarnya. “kau mau kemana??”tanyaku sambil memasukkan tangaku ke dalam jaket karna dingin. “dingin??” tanyaku tapi dia hanya menengokku. “apa kau tidak mau menjawab pertanyaan subaemu huh??”tanyaku lembut. “sunbae, bisakah kau mengantarkanku ke tempat yang tenang?” tanyanya dengan nada melas. “tapi, aku tidak bawa mobil atau motor. Apa tidak apa. Naik bus??”. “tak apa sunbae”.

=di Bus=

**Na Rin Pov**

“Na Rin-ah, berdiri. Tak apa kan?”tanya chanyeol sunbae kepada ku sambil tersenyum. Entah kenapa aku mulai nyaman dengannya apa jangan-jangan aku memang meyukainya(*Author pe’a lagi.. org tadi Na rin udah bilang kalu dia suka chanyeol ko*). “gwenchanha sunbae”jawabku. Dan kami berdua pun berdiri saat menaiki bus. **CIT** “ah” desahku saat aku serasa menabrak sebuah dada yang bidang. Terasa sebuah tangan mendekapku. “gwenchanhayo?”tanya chanyeol sunbae. Ah suaranya terdengar lebih enak di telingaku.  “gwenchanhayo sun---bae”. “oh mianhae” katanya saat ia sadar dia sedang mendekapku.

**Chanyeol Pov**

“gwenchanhayo sun---bae”. “oh mianhae” kataku karna sadar aku tak sengaja mendekapnya. “eh... disini”teriakku lalu keluar dari bus mendului Na Rin.

“Na Rin-ah” panggilku. “Nee, sunbae”jawabnya manis. “ah, bisakah kau tidak memanggilku SUNBAE? Aku jadi kelihatan sangat lebih tua darimu”. “ahh, lalu aku harus memanggilmu apa? Hyung? Eonni? Noona? Oppa? Appa? Eomma?” tanya nya yang sudah mulai tersirat senyumnya lagi. “oppa.. Chanyeol oppa? Eotte??”jawabku. “oppa? Oke.”

**Na Rin Pov**

“oppa.. Chanyeol oppa? Eotte??”. OPPA? Oke oke.. aku sangat menginginkannya untuk memanggilmu oppa,, Sunbae. “oppa? Oke”.

**Author Pov**

Terlihat dua buah pasang kaki sedang menanjaki jalan di atas bukit yg tidak diketahui namanya itu. “apa sudah dekat?”. “kau capek?”. “ani, oppa”. “ah, itu dia. Kita sudah sampai”.

**Na Rin Pov**

“ah itu kita sudah sampai” kata chanyeol oppa. “disini?” tanyaku sambil mengarahkan pandanganku ke chanyeol oppa. “lihatlah kesana”. Ku lihat pemandangan yang di sekelilingku. Woah, apa aku mimpi ini sangat indah. Sangat sangat indah. “AAAAAAAAAA” teriak chanyeol oppa dari sampingku. “Cobalah itu sangat melegakan”. Jinja? Aku blm pernah mencobanya. “AAAAAAAA,.. APPA, OPPA, EONNI AKU BENCI KALIAN!! KALIAN MENYEBALKAN!!” teriakku lalu kau mengadap lagi ke chanyeol oppa “lega kan??”. “apa boleh lagi??”tanyaku. “silahkan sesukamu”. “BISAKAH AKU BEBAS UNTUK SATU HARI  HUH?? BISAKAH AKU TIDAK DI ATUR-ATUR OPPA? APPA? EONNI? HUH... OMMA BBOGGOSHIPEOYO”. Lalu aku ikutan duduk dengan chanyeol oppa di rumput di bukit itu. “ah Na Rin-ah, bolehkan aku bertanya?”. “ahk, aku tahu..”jawabku sambil menghembuskan nafas dg kasar. “hari ini aku bertemu dengan orang yang akan di jodohkan dg ku. Dan kau tahu siapa dia? Dia Oh Sehun” jawabku sambil mengingat-ingat lagi kejadian tadi. “Mwo? Sehun-a?” tanya nya kaget.

**Chanyeol Pov**

“hari ini aku bertemu dengan orang yang akan di jodohkan dg ku. Dan kau tahu siapa dia? Dia Oh Sehun”. “Mwo? Sehun-a?” tanya nya ku kaget. Sehun? Apa aku tidak salah dengar. Jika dia akan di jodohkan dg ‘Oh Sehun’ seorang putra tunggal dari tuan Oh pemilih Seoul Departemen Store (*Author Alay #abaikan*) maka bisa ku pastikan dia adalah putri bungsu tuan Choi pemilik Hannyoung Group. “lalu”lanjutku hanya untuk basa-basi. “tentu saja aku tidak suka, aku kan blm mengenalnya. Dan lagi Appaku, Oppaku, dan Eonniku selalu mengaturku untuk itu, untuk ini, jangan itu, jangan ini. Aku jadi sebal dengan mereka”. “Na Rin-ah, sebentar. Jika kau adalah orang yg dijodohkan dg pewaris tunggal Seoul Departemen Store, maka kau adalah Putri bungsu Hannyoung Group. Benarkah itu?”tanyaku. “wah, ternyata benar kata oppaku kau pintar. Pantas saja tahun kemarin ku mendapatkan juara umum. Belum ku beri tahu saja kau sudah tau. Tteba” katanya setelah mendengar pernyataanku tadi. “ah, tidak juga. Hanya saja aku pernah mendengar ayahku berbicara bahwa anak tunggal Seoul Departemen Store akan di jodohkan dg putri bungsu tuan choi. Maka nya aku tau”jawabku santai. “ah begitu ya.. em. Oppa. Bisakah aku meminta sesuatu?”. “apa?”. “bisakah kau temani aku jika aku sedang ingin kemari?”. “sesukamu” jawabku sambil tersenyum kepadanya lalu mengalihkan pandanganku ke tempat lain. “Jinja? Gomawo Chanyeol oppa”. Ah, kenapa mataku selalu ingin meliriknya?. Tidak-tidak jangan sukai dia Chanyeol, dia akan menjadi milik sehun. Jangan sukai dia!! Ayolah chanyeol!! Common. “Oppa” pannggilnya membuyarkan pikiranku tadi. “hmmm” jawabku sambil melihat keatas untuk menghindari bertatap muka dengannya ataupu meliriknya. “bagaimana rasanya mempunyai Omma?”tanya.nya membuatku kaget. “wae?”. “aku kan sudah tidak punya eomma”jawabnya polos. “oh.. mian”kataku lalu mengalihkan pandangan keatasku tadi kepada mukanya yg polos. “kau tidak apa kan?maafkan aku aku tidak tahu” jwabku yang memang tidak tahu. “tak, apa..”jawabnya sambil tersenyum simpul. “jadi bagaimana oppa?” lanjutnya. “ahk, besok kapan-kapan kau akan ku ajak ke rumahku ku kenalkan kau dg ibukku. Akh, sudah sore, pulang yuuk” ajakku sambil melihat matanya yg menandakan ada kekecewaan disana. “ah, begitu ya.. kajja”katanya lalu kembali tersirat senyum lagi sambil  berdiri.

=dlm bus=

Kulirik Na rin yang sedang duduk di sebelahku. Terlihat dia hampir tertidur bahkan kepalanya hampir tekantuk besi di sebelahnya. Rasanya aku ingin untuk menyenderkan kepalanya di bahuku tapi, ya taulah malu gitu. **BUK** Mwo? Apa ini, dibahuku? Jangan-jangan kepalanya Na Rin lagi. Apa dia menyenderkan kepalanya itu di bahuku. Apa aku mimpi?. Yak Park Chanyeol hentikan itu, ingat Na Rin itu akan menjadi milik sehun. Tapi,saat ku lirik di bahu kananku. Ya benar.. dia menyenderkan kepalanya dibahuku.. ah Tuhan tolong Samber aku bledeg jika ini mimpi Tuhan. Ah tidak, ini tidak mimpi karna Tuhan tidak menyambarku dg bledeg.

_SKIP TIME_
=sudah mulai dekat rumah Na Rin=




**Author Pov**

“Na Rin-ah.. bangun ini sudah hampir sampai rumahmu”. “em.. apa? Rumah?(wait a minute)MWO? Rumah? Jam berapa sekarang oppa?”. “sudah hampir jam 7, wae?”.  “akh.. aku bisa-bisa dimarahi ini.. mati aku”. “kenapa?”. “sudah lah oppa kau tidak akan tahu”.

=Kediaman Keluarga Choi=

Seorang namja tinggi besar sedang mondar-mandir di ruang tamu dengan sesekali menaruh tangannya di jidat (*kaya gaya luhan lay si Showtime eps 2. Waktu niru.in kris nagis. Yg EXO-L pasti tau*) “Oppa, duduklah. Minum ini agar kau lebih tenang sedikit” kata seorang yeoja yang sedari tadi memperhatikan namja tadi yang sedang mondar-mandir. Siapa lagi mereka jika bukan kakak dari Na Rin. “bagaimana aku bisa tenang. Aku adalah orang yang bersamanya terakhir kal tadi. Dan mana mungkin aku bisa tenang jika adik kecilku sedang menghilang, tanpa membawa apapun”. “salahmu si oppa, siapa suruh kau menurunkannya di tengah jalan”. “Kau Ini” **TING TONG** bunyi bel ini menghentikan perdebatan kedua kakak beradik ini tadi. “Siapa?”. “Ah.. oppa, ini aku. Tolong bukakan gerbangnya. Cepat, aku kedinginan”. “Na Rin-ah, oke-oke.. akan ku bukakan”

=Waktu pintu gerbang kebuka=

“Na Rin” kata oppanya sambil berlari dan memeluk adiknya itu. “Park Chanyeol?” panggil eonninya. “annyeonghaseo. Aku hanya ingin mengantarkan Na Rin pulang dg selamat, karna dia sudah pulang dengan selamat. Maka aku pamit dulu Noona, Hyung”. “ah, Chanyeol. Bagaimana kau bisa bertemu adikku?”tanya Jong Won sambil melepaskan pelukannya ke adiknya tadi. “tadi aku tidak sengaja bertemu denganya” jawab Chanyeol santai lalu meninggalkan mereka bertiga. “benarkah begitu??”. “Nee oppa, dia bahkan mengajakku untuk melihat pemandangan di sini. Sangat indah” jawab Na Rin dengan senyumnya yang sumringah. “kau pasti sangat senang” ledek eonninya “yak eonni kau ini apa-apa.an sih..” “Bukankah aku juga sudah tahu, kenapa harus kau tutup-tutupi?”ledek oppanya gantian. “ih.. Oppa, kau ini” kara Na rin lalu memukul-mukul oppanya. “apa kau lapar?”tanya oppanya. “tidak, aku mau tidur saja”jawabnya lalu lari ke kamar. “ahk, anak itu”.

_SKIP TIME_

=keesokan harinya=

“huam..”. “baru bangun?”kata seorang perempuan sambil menyedakepkan tangannya di depan dada. “ah eonni annyeong” sapa na rin yg masih berantakan karna baru bangun. “ah.. jam berapa sih dekarang eonni?”tanya nya sambil masih menguap. “jam setengah tujuh. Kenapa?”. “MWO??kenapa eonni tidak membangunkanku, aku kan mau berangkat pagi”. “memangnya itu urusanku? Huh? Aku juga telat karenamu tau, cepat bangun mandi”. “nee”.

_SKIP_
=di sekolah=

“bersyukurlah karena kau naik mobilku”.
**Na Rin Pov**

“bersyukurlah kau naik mobilku”. Mwo bersyukur? Kenapa aku harus bersyukur? Aku juga bisa masuk tanpa harus naik mobilmu.. akh.. andai saja ku punya eonni yg sangat sayang dg ku sering mengajakku pergi-pergi.. shopping kek,, atau pergi ke busan.. namsan tower.. kemna gt.. huh dasar.. “Nee Gomawo eonni”jawabku yg langsung keluar dn menutup pintu dg keras.

=di lorong dkt kelas na rin=

Aku berlari karna takut telat.. lha kan emg aku udah telat.. tapi saat aku lari tiba-tiba “Choi Na Rin” panggil seorang dari arah ruang di sebelahku yg jika tdk salah adalah ruang musik. “Choi Na Rin, mau kemana kau?” tanya nya lagi. Lalu aku menengok ke arah suara itu dn  kudapati dia adalah seorang......

** To be Continue**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar