Tittle : “WithoutYou”
Author : Stefhany Kim .
Genre : Drama, Sad
Main
Cast : - Moon Taeil (NCT)
: - Nam Jin
Young (OC)
Rating : General
Lenght : Ficlet
Summary : “Jika kau mau putus denganku.
Kau salah. Karena kau masih mencintaiku”
Disclaimer : FF ini pernah di post di sfransiscafio27.wordpress.com. FF ini murni keluar dari pemikiran otak saya. Selamat Membaca..
**Jin
Young Pov**
Sudah seminggu ini aku hidup tanpa Taeil.
Taeil adalah namjachinguku. Sudah hampir
2 tahun kami bersama. Ya, lebih tepatnya hari ini adalah 2 tahun kebersamaan
kami dan sebenarnya kami sudah punya rencana untuk merayakannya. Tapi, itu
hanya tinggal angan-anganku saja. Entah, setan apa yang merasukinya sampai ia
bisa mengatakan ‘aku ingin putus’
disaat dia juga mengataan ‘aku ingin
hidup bersamamu’ . Dia hanya memutuskanku secara sepihak. Kupikir aku bisa
hidup tanpanya. Tapi TIDAK. Bahkan sampai saat ini pun air mataku belum surut
untuk menangisinya.
Flashback
**Author
Pov**
“Jin Young-ah ada sesuatu yang ingin
kubicarakan” ucap Taeil serius.
“apa? Bicara saja.” Jawab Jin Young
menatap Taeil dengan senyum yang lebar.
“Aku ingin putus” ucap Taeil memalingkan
wajahnya.
“Mworago?” ucap Jin Young menghentikan
aktivitasnya yang sedang mengadu-aduk cofe nya.
“Ayo putus” ucap Taeil lagi.
Jin Young membeku tak berkutik begitu ia
mendengar kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut kekasihnya, Taeil.
“wae?” tanya Jin Young sudah tidak bisa
membendung air mata yang semakin banyak.
“Aku tidak mencintaimu lagi” jawab Taeil.
“bohong. Kau bilang kau ingin hidup
denganku kenapa sekarang kau mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak ingin ku
dengar?” tanya Jin Young.
“Kapan aku berkata seperti itu?” ucap
Taeil acuh tak acuh.
Hancur dan sakit. Mungkin itu kata yang
tepat untuk menggambarkan isi hati Jin Young saat ini. Ia tidak mengira
namjachingu yang selama ini dia agung-agungkan tega memutuskannya.
“baiklah. Ayo putus.” Ucap Jin Young
beranjak dari duduknya.
“jika kau tidak mencintaiku pergilah.
Jika kau tidak menyayangiku menghilanglah dari kehidupanku. Tapi, jika kau
masih mencintaiku tetaplah disini bersamaku.. aku tau kau masih mencintaiku
Taeil,. Semuanya masih terlihat jelas dari sorot matamu yang tidak pernah
menatapku sejak tadi. Kau bohong jika kau bilang kau sudah tidak mencintaiku
lagi. Kau bohong” lanjut Jin Young menangis sekeras kerasnya diantara para tamu
caffe yang lain. Jin Young sudah tidak memikirkan malu atau tidak lagi. Yang
dia mau hanya menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya saat ini. Sedangkan
Taeil masih termenung duduk di depan Jin Young tanpa memandang kearah Jin Young
sedikitpun.
“Jika kau mau putus
denganku. Kau salah. Karena kau masih mencintaiku” ucap Jin Young sembari
berjalan meninggalkan Taeil.
Flashback
end
Air mata ini tidak henti-hentinya
menangisinya. Orang yang selalu berada di sampingku. Orang yang selalu berada
di sampingku. Yang selama ini bisa ku sentuh kapan saja. Aku hanya bisa menatap
fotonya yang tersenyum lebar tepat berada didepanku.
“Kau masih bisa tersenyum lebar? Dasar
pembohong”gumamku menatap foto Taeil sengit. Tapi, tidak terasa setetes demi
setetes air mataku mulai mengalir lagi. Bahkan semakin deras. Sudah kucoba
untuk menahannya. Tapi, tidak bisa. Aku sudah terhanyut dengan suasana yang ada
di sekitarku.
“eonni” panggil seorang yeoja dari
belakangku.
“hiks hiks..”ku hapus satu demi satu air
mataku tapi, tetap saja mengalir.
“eonni.. oppa memberikanku ini… ku pikir
ini untukmu” ucap yeoja itu, adik Taeil. Ia menyerahkan sepucuk surat kepadaku.
“gomawo” gumamku memeluk adik
perempuan Taeil.
Ku ambil nafas dalam-dalam untuk membuka
dan membaca surat yang setauku dari Taeil.
Untuk : Han Jin Young
Annyeong Han Jin Young-ssi.
Mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah pergi dari kehidupanmu. Aku pergi,
bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi seperti katamu. Tapi, kau benar jika
aku putus denganmu aku salah. Karena aku memang masih mencitaimu. Maafkan aku
Jin Young-ssi. Kerena kebohonganku kau dan aku sama sama sakit. Aku memang bodoh.
Aku bodoh dengan berkata jika aku baik-baik saja padaha aku sedang tidak
baik-baik saja. Maaf karena aku sudah berbohong dengan menutup-nutupi penyakit
yang ku derita selama ini. Bukannya aku tidak ingin memberitahumu. Tapi, aku
tidak ingin membuatmu bersedih kerena penyakit yang sedang ku lawan demi hidup
bersamamu selamanya.
Aku tau ini sulit. Tapi, aku
yakin kau bisa. Maksudku aku yakin kau bisa hidup tanpaku setelah ini. Aku
yakin kau lebih tegar dari yang selama ini ku kenal. Jadi, kumohon lupakan aku
dan carilah namja lain yang lebih baik dariku. Aku yakin kau pasti akan
mendapatkannya. Aku memang namja pengecut yang tidak bisa berkata dengan jujur
di depan orang yang dicintainya.
Aku hanya ingin kau hidup denga
bahagia dan sehat. Jadi kumohon kau untuk menjaga kesehatanmu. Aku tidak ingin
kau keluar masuk rumah sakit sepertiku. Aku ingin kau selalu tersenyum
dimanapun dan kapanpun itu karena senyummu adalah senyum termanis yang pernah
kulihat.
Saranghaeyo Han Jin Young.
TTD
Moon Taeil.
Tangisku pecah lagi sesat aku selesai
membaca surat dari Taeil.
“Bagaimana aku bisa tersenyum Taeil?
Bagaimana bisa jika orang yang membuatku tersenyum sudah tiada?” gumamku dalam
tangisku yang pecah.
Bukan kau yang bodoh Taeil. Tapi, aku
yang bodoh. Sudah hampir 2 tahun kita menjalin hubungan tapi tidak sedikitpun
aku tau bahkan mengerti jika kau sedang kesakitan dan melawan penyakit itu sendirian.
Kanker otak stadium akhir. Sekait itukah kau? Kenapa aku tidak bisa
merasakannya selama ini? Kau bahkan sangat pintar menutupinya. Sekarang aku tau
Taeil kenapa kau memutuskan hubungan kita. Tapi, bukan seperti ini caranya.
Sebenarnya aku ingin menemanimu saat kau terbaring lemah diatas ranjang rumah
sakit. Aku ingin menjadi satu-satunya orang yang ada di sampingmu saat kau
terbaring lemah. Aku ingin menjadi orang pertama yang melihatmu membuka mata
saat kau terbangun dari tidurmu. Aku sangat mencintaimu Taeil.
Story
END
A/N
Hai.. ini FF pertama saya yang saya post
di NCT Fanfiction Indonesia. Maaf jika
cerita ini terkesan aneh. Tapi, baru ini kemampuanku. Mohon bantuannya teman..
Trimakasih sudah memabaca. Trimakasih juka Admin sudah mempostkan cerita pendek
saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar